Dibalik Budaya Mawarung di HSS

Fenomena Ramadhan di HSS, Habis Taraweh Warung Pencok Pun Bermunculan, Wadah Anak Muda Cari Jodoh

Fenomena Ramadhan di HSS, Habis Taraweh Warung Pencok Pun Bermunculan, Wadah Anak Muda Cari Jodoh

Fenomena Ramadhan di HSS, Habis Taraweh Warung Pencok Pun Bermunculan, Wadah Anak Muda Cari Jodoh
banjarmasinpost.co.id/hanani
Salah satu warung di kawasan Jalan Aluh Idut Kandangan yang ramai pengujung pagi, siang hingga malam hari. Selain menyajikan menu sarapan dan kue tradisional, warung ini juga menyajikan rujak atau pencok. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Tradisi mawarung di Hulu Sungai, termasuk Hulu Sungai Selatan, tak hanya marak pada hari-hari biasa. Tapi bakal lebih ramai pada Bulan RAmadhan, atau bulan puasa.

Beda dengan hari biasa yang lebih banyak menyajikan menu sarapan, kudapan sore atau makan malam, warung-warung pada Ramadhan lebih banyak menyajikan rujak buah. Tujuannya, memenuhi kebutuhan buah, setelah berpuasa.

Warung rujak atau pencok ini, biasanya buka setelah waktu shalat taraweh, hingga pukul 12.00 wita. Pengunjungnya, kebanyakan anak-anak muda.

Ada yang pulang dari salat taraweh, lalu rame-rame mencari warung pencok.

“Biasanya kalau anak muda ke warung pencok untuk mencarai kenalan. Bisa dari kalangan pengujung, atau pemilik warung. Tak jarang setelah hari raya atau lebaran idul fitri, mereka menikah dengan kenalan di warung, atau pemilik warung,”ungkap Syaripudin warga Bilui.

Warung Komisi X Tergusur Muncul Warung Medsos di HSS, Tempat Warga Zaman Now Lakukan Aktivitas Ini

Kento Momota Alamai Patah Tulang Hidung dan Luka di Wajah Setelah Juarai Malaysia Masters 2020

Bertingkah Aneh Selama 3 Hari, Pemuda Ini Ngamuk Seperti Kerasukan, Puncaknya Habisi Ayah Kandung

FAKTA Pria Pura-pura Pindah Agama, Gasak Harta Milik Ustaz hingga Bergerilya dari Masjid ke Masjid

Dijelaskan, tradisi warung pencok tetap lestari sepanjang Ramadhan. Warga pun sering berburu warung rujak tersebut, karena menyadari kebutuhan makan yang bergizi dan seimbang antara karbohirdat, buah dan sayur.

“Supaya puasanya tetap fit, tiap hari harus diimbangi makan buah segar. Alhamdulillah, tiap bulan puasa warung pencuk selalu ramai, sehingga mudah mencarinya,”ungkap Fitri warga Kandangan.

Warung Komisi X di HSS

Seperti diketahui budaya mewarung di Hulu Sungai, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), tak lepas dari budaya masyarakatnya yang rakat (akrab) dan suka bermufakat (sepakat setelah tukar pendapat).

Warung tak sekedar tempat makan, tapi juga jadi tempat ngobrol yang asyik tempat diskusi dan berbagi informasi antara pengunjung.

Halaman
1234
Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved