Berita Regional

Sudah 'Terkubur' untuk Menjadi ASN, Ratusan Guru Ini Tambah 'Pusing' karena Dibayar 3 Bulan Sekali

Sudah 'Terkubur' untuk Menjadi ASN, Ratusan Guru Ini Tambah 'Pusing' karena Dibayar 3 Bulan Sekali

Sudah 'Terkubur' untuk Menjadi ASN, Ratusan Guru Ini Tambah 'Pusing' karena Dibayar 3 Bulan Sekali
KOMPAS.COM/BAGUS SUPRIADI
Ratusan Guru Tidak Tetap (GTT) saat menggelar istighosah di halaman DPRD Jember. 

BANJARMASINPOST.CO.ID – Ratusan guru tidak tetap (GTT) mendatangi gedung DPRD Jember Rabu (15/1/2020).

Mereka melaporkan semua permasalahan yang dialaminya dan tak kunjung selesai. Salah satunya adalah tentang gaji yang hanya Rp 250.000 dibayar tiga bulan sekali.

Para guru tersebut pulang dari mengajar, langsung menuju ke DPRD Jember.

Di halaman gedung dewan, mereka menggelar istighosah dengan membaca Al-Quran dan selawat.

Sementara, beberapa perwakilan guru masuk ke ruang banmus untuk membahas persoalan guru dengan panitia hak angket DPRD Jember.

Tabiat Asli Suami Ussy Dibongkar Iis Dahlia Saat Konflik Nikita Mirzani & Andhika Pratama Kian Panas

Jokowi Isyaratkan Sandiaga Uno Menang Pilpres 2024, Eks Pasangan Prabowo Ini Sebut Presiden Guyon

Sambil Berurai Air Mata, Ibu yang Emosi Ini Foto Pembunuh Anaknya, Bidiastuti: Nyawa Dibayar Nyawa!

BPS Mencatat Rokok Kretek Filter Penyumbang Terbesar Kedua pada Garis Kemiskinan

“Tuntutan pertama, masukan anggaran untuk R APBD 2020,” kata Ilham Wahyudi, salah satu perwakilan guru pada Kompas.com.

Menurut dia, guru harus sejahtera dengan mendapat gaji Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Sebab selama ini, gaji para GTT diambilkan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Dicicil selama tiga bulan sekali, ada yang Rp 250.000 Rp 700.000,” tutur dia.

Bahkan, kata dia, ada gaji guru yang tidak seberapa itu dicicil selama enam bulan.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved