Berita Kalteng

Tempuh Perjalanan 19 Jam, Tiga Orangutan Hasil Penyelamatan Dilepas ke Hutan Katingan

Tempuh Perjalanan 19 Jam, Tiga Orangutan Hasil Penyelamatan Dilepas ke Hutan Katingan

Tempuh Perjalanan 19 Jam, Tiga Orangutan Hasil Penyelamatan Dilepas ke Hutan Katingan
Yayasan BOS
Tiga orangutan hasil penyelamatan yang sudah direhabilitasi dan sekolah hutan dengan baik, kini dilepas ke alam bebas hutan Kabupaten Katingan, Kalteng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOSF) Nyaru Menteng Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (15/1/2020) melepasliarkan sebanyak tiga orangutan hasil penyelamatan dan telah lulus sekolah hutan ke alam bebas.

Tiga orangutan yang dilepas ke alam bebas tersebut masuk sekolah hutan di Nyaru Menteng hingga belasan tahun.

Hasil ujian yang dilakukan selama sekolah hutan mendapat penilain baik sehingga dianggap layak untuk dilepas kealam bebas.

Tiga orangutan hasil proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng dilepasliarkan ke habitat alami di hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) Kabupaten Katingan.

Inilah Sejumlah Universitas yang Miliki Website dan Medsos Terbaik di Indonesia, Berikut Daftarnya

Ini Alasan Sandiaga Uno Sebut Jokowi Guyon saat Isyaratkan Dirinya Bakal Jadi Presiden 2024

IKA ULM Bersiap Gelar Tapak Tilas Peringatan Gugurnya Pahlawan Ampera Tahun 2020 di Banjarmasin

Pamer Body Montok, Syahrini Ungkap Kebiasaannya Setiap Pagi, Istri Reino Barack Ngaku Tak Malu

Tabiat Asli Suami Ussy Dibongkar Iis Dahlia Saat Konflik Nikita Mirzani & Andhika Pratama Kian Panas

Ketiga orangutan ini terdiri dari 1 jantan bernama (Chio) dan 2 betina (Rizky dan Mia) yang usianya berkisar antara 13-18 tahun.

Ya, ketiga orangutan ini, diberangkatkan, dari Nyaru Menteng langsung ke DAS Hiran dalam perjalanan yang diperkirakan berlangsung selama 19 jam.

Daerah ini telah menampung 33 orangutan hasil rehabilitasi yang dilepasliarkan dalam 4 pelepasliaran.

CEO Yayasan BOS, Jamartin Sihite, mengatakan, ketiga orangutan yang akan dilepasliarkan kali ini telah menjalani tahap hidup di pulau pra-pelepasliaran, sebuah habitat semi liar yang dipantau secara ketat oleh tim dari Yayasan BOS.

Pulau tersebut untuk menampung orangutan yang telah menyelesaikan tahap rehabilitasi di Sekolah Hutan.

"Di pulau pra-pelepasliaran, para orangutan mempraktikkan semua keterampilan yang dipelajari sebelumnya untuk bekal menyintas di alam liar, sehingga akhirnya bisa dilepas kealam bebas setelah menjalani serangkaian sekolah hutan," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved