Berita HSS

Curah Hujan Deras, Petani Padi Gogo dan Tadah Hujan Aman

BERBEDA dengan lahan rawa lebak yang rawan terendam air dalam jangka waktu lama, lahan pertanian tadah hujan dan irigasi serta gogo justru saat

Curah Hujan Deras, Petani Padi Gogo dan Tadah Hujan Aman
bpost/dok
GUbernur Kalsel Sahbirin Noor saat mengikuti panen raya di Desa Hamayung, Kecamatan Daha Utara, Hulu Sungai Selatan, 2019 lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - BERBEDA dengan lahan rawa lebak yang rawan terendam air dalam jangka waktu lama, lahan pertanian tadah hujan dan irigasi serta gogo justru saat ini aman.

Menurut Kabid Tanaman Pangan, DInas Pertanian HSS, Rani, sejauh ini tidak ada laporan dari PPL adanya tanaman padi yang terancam poso.

Termasuk di pegungan Meratus, yang merupakan petani padi gogo di ladang yang masih menerapkan pola bertani tradisional.

250 Hektare Padi Baru Tanam di Rawa Lebak Daha Utara Terancam Gagal Panen Terdampak ini

Diam-diam Ayu Ting Ting & Shaheer Sheik Kembali Dipersatukan, Foto Postingan Bos ANTV Jadi Sorotan

Selain padi gogo, DInas Pertanian HSS juga meberikan bantuan bibit padi jenis beras merah yang sering disebut warga setempat beras gaib.

Juga bantuan bibit padi ketan hitam sehingga sekarang petani Loksado sudah mengembangkan bibit tersebut.

Kepala Desa Kamawakan, Loksado, Ardani, kepada banjarmasinpost.co.id, mengatakan, petani di Loksado telah melaksanakan tanam, dan diperkirakan Mei sampai JUni nanti sudah panen.

“Kalau petani ladang berpindah seperti kami jarang gagal panen. Paling yang menjadi masalah hama belalang. Itupun bisa diatasi, kadang diberi obat semprot,”kata Ardani.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

 

Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved