Ekonomi dan Bisnis

Mau Raup Rp 280 Triliun? Jokowi Punya Saran Agar Raih Dana Abadi Investasi, Bukan Investasi Bodong

Mau Raup Rp 280 Triliun? Jokowi Punya Saran Agar Raih Dana Abadi Investasi, Bukan Investasi Bodong

Mau Raup Rp 280 Triliun? Jokowi Punya Saran Agar Raih Dana Abadi Investasi, Bukan Investasi Bodong
KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA
Presiden Joko Widodo di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di Jakarta, Kamis (16/1/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Mau Raup Rp 280 Triliun? Jokowi Punya Saran Agar Raih Dana Abadi Investasi, Bukan Investasi Bodong

Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah berpotensi mendapatkan aliran modal masuk paling sedikit 20 miliar dollar AS, atau setara dengan Rp 280 triliun (kurs setara Rp 14.000), bila berhasil membentuk lembaga pengelola dana abadi (sovereign wealth fund/SWF).

"Untuk sektor keuangan kita ada aturan untuk sovereign wealth fund. Saya tadi udah bisik-bisik ke Pak Kepala OJK dan Gubernur BI. Begitu aturan SWF kita dapat, akan ada inflow mungkin minimal 20 miliar, bukan rupiah tapi dollar AS," ujar Jokowi ketika memberi paparan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di Jakarta, Kamis (15/1/2020).

Sebagai informasi, lembaga SWF merupakan lembaga yang mengelola dana publik sekaligus menginvestasikannya ke aset-aset luas dan beragam.

Presiden Jokowi Perintahkan untuk Gebuki Semua yang Terlibat Jiwasraya dan Asabri!

Kantongi Rp 1 Miliar, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Minta Pengikutnya Setor hingga Rp 100 Juta

Buka Klinik Suntik Stem Cell Ternyata Dokternya Berlajar di Medsos, Keuntungan Capai Rp 10 Miliar

Beberapa negara yang telah memiliki lembaga SWF misalnya Qatar dengan Qatar Investment Authority dan Uni Emirat Arab dengan Abu Dhabi Investment Authority.

Kedua negara tersebut memiliki SWF yang sumber dananya dari hasil sumber daya yang tidak dapat diperbaharui yaitu minyak.

Selain itu ada pula Singapura dengan Tamasek dan Malaysia dengan Khazanah yang sumber dananya berasal dari aset keuangan.

Jokowi pun mengklaim telah memiliki nama-nama lembaga yang berminat menanamkan asetnya di SWF milik Indonesia kelak. Namun demikian, dirinya tak ingin mengungkap lebih jauh siapa saja lembaga tersebut.

"Sudah ada lembaga-lembaga yang mau naruh. Enggak usah saya sebutkan lembaganya," ujar Jokowi.

Potensi aliran dana yang masuk sejatinya bisa ditingkatkan asalkan Indonesia mempunyai regulasi perizinan dan kepastian hukum yang lebih baik.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved