Berita Tanahbumbu

NEWSVIDEO : Sasirangan Khas Pulau Burung, Cocok untuk Oleh-oleh Berwisata di Tanahbumbu

Pulau Burung menyimpan sebuah kerajinan pembuatan kain sasirangan khas Pulau Panjang khususnya dan Kabupaten Tanahbumbu umumnya.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Desa Pulau Panjang (Pulau Burung) adalah sebuah desa yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanahbumbu.

Pulau Panjang, pulau yang memiliki luas wilayah 545 hektare persegi. Selain dua pulau lainnya yakni Pulau Tampakan dan Pulau Hantu--anak dari Pulau Panjang-- menjadi bagian dari wilayah Desa Pulau Panjang.

Pulau ini selain menjadi destinasi yaitu wisata hutan mangrove, namun pulau yang berpenduduk 300 jiwa, ini juga menyimpan sebuah kerajinan pembuatan kain sasirangan khas Pulau Panjang khususnya dan Kabupaten Tanahbumbu umumnya.

Usaha mikro kecil menengah (UMKM) tidak hanya memiliki khas tersendiri, namun kerajinan yang dikembangkan oleh kelompok masyarakat sejak beberapa tahun lalu menjadi salah-satu oleh-oleh khas Desa Pulau Panjang.

Katahuan Siapa Pemimpin KKB di Intan Jaya, TNI Sebut Pemasok Senjata dari Lumajang Jawa Timur

Biasanya Tandus, Arab Saudi Mendadak Diselimuti Salju dengan Suhu Terdingin, Pertanda Apakah Ini?

Video Pernikahan Sule Viral Pasca Lina Meninggal, Foto Ayah Rizky Febian Akad dengan Wanita Beredar

Sindiran Feni Rose Pada Andhika Pratama & Ussy Sulistiawaty Karena Amukan Nikita Mirzani

Kepala Desa Pulau Panjang, Saidina mengatakan kerajinan pembuatan kain sasirangan menjadi salah-satu kearifan lokal masyarakat dikembangkan sekitar dua tahun lalu atau pada tahun 2017.

Menurut Saidina yang juga pembina kerajinan tersebut. Pembuatan kain sasirangan khas Tanahbumbu, hasil produksi kelompok masyarakat Desa Pulau Panjang punya khas tersendiri.

Selain bahan kain yang digunakan, kain kualitas nomor satu sehingga tidak cepat buram. Ketika terkena cahaya matahari, sasirangan tampak mengkilap.

"Selain memiliki motif khas tersendiri kain sasirangan, kualitas kainnya kami pilih lebih bagus, katun satin," jelas Saidina kepada banjarmasinpost.co.id.

Ditambahkan Saidina, sasirangan hasil produksi rumahan. Kini tidak hanya bahan pesanan perusahaan, namum juga memiliki pemasaran yang menjanjikan.

"Sudah sampai ke Kalteng pemasaran. Dan, setiap ada kegiatan pameran selalu kami sertakan seperti di Jakarta," terangnya.

Sementara itu, Herliana salah seorang perajin mengatakan, sasirangan menjadi salah-satu oleh-oleh khas Kabupaten Tanahbumbu.

Menurut Herliana, pembuatan sasirangan menjadi salah-satu oleh-oleh khas Tanahbumbu. Dikerjakan dua kelompok masyarakat.

Proses pembuatan satu diperlukan satu hari. "Mulai membut pola, dijahit lalu proses pewarnaan," katanya.

NEWSVIDEO : Duh Cantiknya, RTH Rantau Baru Kini Dilengkap Trotoar, Ada Kursi Santai dan Bola Dunia

Kantongi Rp 1 Miliar, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Minta Pengikutnya Setor hingga Rp 100 Juta

Prosfek Perhotelan di Tabalong Menjanjikan, Dafam Bakal Bangun Tiga Hotel di Tanjung

Dijelaskan Herliana, ada beberapa motif dikembangkan. Kendati ada motif khas menyesuaikan kearifan lokal seperti bergambar ikan, mangrove dan motif lainnya.

"Khas sasirangan Kalsel tetap kami utamakan. Namun khas khusus kami juga tidak banyak warna, cukup dua warna," jelasnya. (banjarmasinpost.co.id /helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved