Berita Balangan

NEWSVIDEO : Tak Punya Ruang Kelas, Belasan Anak di Pelosok Balangan Terpaksa Belajar di Bawah Terpal

puluhan warga Desa Ambatunin yang merupakan dusun terpencil dari Desa Uren, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel belajar di bawah terpal..

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Minimnya akses pendidikan di kawasan pedalaman Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel membuat sejumlah penduduknya tak bisa baca tulis.

Begitulah yang dialami puluhan warga Desa Ambatunin yang merupakan dusun terpencil dari Desa Uren, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel.

Tak ada sekolah disana. Bahkan untuk menuju Desa Uren dibutuhkan waktu berjam-jam. Apalagi biasanya mereka hanya berjalan kaki untuk keluar. Sementara kendaraan roda dua terbatas.

Selain itu kondisi jalan pun dianggap sangat ektrim. Karena hanya jalan setapak dan bebatuan. Belum lagi sisi jalan yang kadang terdapat jurang dan melewati hutan belantara.

Video Pernikahan Sule Viral Pasca Lina Meninggal, Foto Ayah Rizky Febian Akad dengan Wanita Beredar

Nagita Slavina Diterjang Badai Salju Hingga Takut, Kepanikan Raffi Ahmad Saat Merry Alami Hal Ini

Api Lalap Lima Buah Rumah di Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Kalsel

Telaga Terbentuk Secara Alami di Puncak Bukit Pahiyangan Kabupaten Bajar Kalsel, Begini Asal-usulnya

Belasan anak usia sekolah tak bisa menikmati pendidikan di dusun tersebut. Beruntungnya, sekitar tiga bulan lalu, sorang guru kunjung masuk ke desa mereka. Memberikan pendidikan dan wawasan. Khususnya baca tulis.

Semenjak kehadiram satu orang guru kunjung, belasan anak usia belajar mendapatkan pendidikan. Mereka dibuatkan satu tempat belajar tanpa bangunan. Hanya beratapkan tarpal berwarna coklat, yang tiap sisinya diikat ke batang pohon. Kemudian dibuatkan kursi dan meja memanjang untuk dua baris.

Satu papan tulis dari papan berwarna coklat berada tepat di depan para siswa. Huruf abjad dan angka tertulis di papan itu.

Meski ada guru kunjung, karena akses terbatas, pembelajaran pun dilakukan hanya dua minggu sekali dan hanya belajar beberapa jam. Namun nampaknya dapat membuat para siswa di sekolah tersebut merasa senang.

Mendengar adanya kondisi minimnya pendidikan di Desa, Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan berinisiatif mendatangi perkampungan itu, Rabu (15/1/2020) kemaren.

Ya, tak mudah jalan yang ditempuh. Belum lagi kondisi cuaca yang sempat hujan dan membuat jalanan semakin licin. Dampaknya, perjalanan pun semakin lama untuk menuju anak desa.

Hampir lima jam perjalanan menggunakan kendaraan roda dua, diselingi jalan kaki untuk mendaki barulah permukiman Desa Ambatunin didapati. Pasalnya, kawasan itu merupakan area perbatasan dari dua provinsi, yakni Kaltim dan Kalsel.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan, Sulaiman Kurdi menerangkan, kunjungan pihaknya ke desa tersebut untuk meninjau keadaan pendidikan disana. Faktanya, Sulaiman mendapati belasan siswa yang bersemangat untuk belajar. Sementara tidak ada sekolah di tempat tersebut.

"Kami berencana mendirikan sekolah kecil disana. Paling tidak satu ruang belajar terlebih dahulu. Kemudian dibangunkan pula rumah dinas dan kelengkapan bangunan lain, sebagai ruang guru dan toilet," jelas Sulaiman.

Mau Pipis ke Toilet, Bocah 12 Tahun di Banjarmasin Disambut Semburan Bisa Kobra 1,5 Meter

NEWS VIDEO : Pelaku Todong Dada Santri Pakai Pisau Bikin Resah Asrama Pondok Pesantren di Martapura

Geledah Rumah Pasutri di Jalan Prona III, Petugas Ditnarkoba Sita 2,8 Ons Sabu dan 200 Ineks

Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan akan meanggarkan pembangunan SD kecil di Desa Ambatunin. Rencananya proyek tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2020 ini. Dalam artian masuk APBD tahun 2020.

Para tenaga pengajar pun ujar Sulaiman akan disiapkan untuk mengisi pendidikan di desa tersebut. Statusnya yakni tenaga guru kontrak dan dibayar sesuai kondisi wilayah atas persetujuan dan SK Bupati Balangan.(banjarmasinpost.co.id /isty rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved