Distribusi Elpiji 3 Kg

Pemilik Pangkalan Sebut ini Kelemahan Distribusi Elpiji Gas 3 Kg untuk Warga Tak Mampu

Pemerintah tengah membahas penjualan elpiji tiga kg secara tertutup agar penerimanya hanya dari golongan miskin

Pemilik Pangkalan Sebut ini Kelemahan Distribusi Elpiji Gas 3 Kg untuk Warga Tak Mampu
BPost Cetak
BPost edisi cetak Kamis (16/1/2020) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah tengah membahas penjualan elpiji tiga kg secara tertutup agar penerimanya hanya dari golongan miskin.

Mengenai mekanismenya masih belum jelas.

Pemilik pangkalan elpiji di Jalan Veteran Banjarmasin, Yadi, juga mendukung wacana itu.

"Supaya kami tak bingung dan disalahkan masyarakat dalam menyalurkan gas tiga kg. Cuma kami tak tahu persis kaya apa mekanisme pembagiannya nanti di lapangan," katanya.

Tinggal dekat Pangkalan Elpiji, Wanita ini Pilih Beli di Eceran dengan Alasan ini

KEMEWAHAN Gelaran Lamaran Anak Haji Isam Pengusaha Terkaya Kalsel, Lihat Penampakan Rumah Pribadinya

Tabiat Asli Suami Ussy Dibongkar Iis Dahlia Saat Konflik Nikita Mirzani & Andhika Pratama Kian Panas

Apakah nanti ada rilis keluarga kurang mampu yang diserahkan ke pihaknya atau ada cara lain.

"Kami pun sudah ada mendapat informasi tapi sebatas desas-desus saja dan cara pengambilannya melakui gesek," ujarnya.

Yadi juga berharap pedagang yang bisa mendapat elpiji melon ada kriteria seperti menggunakan rombong kecil dan tidak boleh lebih satu.

"Selama ini sistem penyaluran secara umum. Khusus di RT 12 dan 13 saja. Yang mengambil harus punya kartu dan menyertakan kartu keluarga atau KTP apakah benar dia warga kami," tandasnya.

Supaya tidak mengambil beberapa kali, pihaknya juga mencatat di kartu tersebut.

"Kami bisa tahu dalam sebulan ada berapa kali pemilik kartu mengambil gas," kata Yadi.

Kelemahannya, lanjut dia, penjualan gas tidak memerhatikan apakah pembeli tergolong miskin atau mampu.

Selama ini dalam setiap pengiriman, pangkalan Yadi mendapat sekitar 250 tabung melon dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 17.500.

"Bila gas kurang dikirim ke pangkalan berakibat ada sebagian warga yang tak dapat. Harga di eceran pun bisa melambung," ungkap Yadi.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved