Berita Banjarmasin

Sahabat Bekantan Indonesia Gunakan Barcode untuk Identifikasi Tumbuhan di Pulau Curiak Batola Kalsel

Ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), Amalia Rezeki, memperkenalkan sistem baru dalam mengidentifikasi koleksi tumbuhan

Sahabat Bekantan Indonesia Gunakan Barcode untuk Identifikasi Tumbuhan di Pulau Curiak Batola Kalsel
FOTO SBI UNTUK BPOST GROUP
Ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), Amalia Rezeki, menunjukkan kode QR di Arboretum Mangrove Tumbuhan Lahan Basah yang dikelola SBI dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM ) di Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis (16/1/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), Amalia Rezeki, memperkenalkan sistem baru dalam mengidentifikasi koleksi tumbuhan di Arboretum Mangrove Tumbuhan Lahan Basah yang dikelola SBI dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM ).

Lokasinya, di kawasan Stasiun Riset Bekandan dan Ekosistem Lahan Basah di Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala/Batola (Baritokuala, KBBI), Kalimantan Selatan.

“Masih dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup Indonesia, kami meluncurkan sistem baru dalam pengenalan koleksi tumbuhan lahan basah di Arboretum kami di kawasan stasiun riset bekantan, Pulau Curiak, dengan sistem digital. Dikenal dengan sistem barcode QR," kata Amalia Rezeki, Ketua SBI Foundation, Kamis (16/1/2020).

Sistem barcode ini dirancang Candra Pratama, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi ULM semester akhir.

Sejumlah pohon utama koleksi tumbuhan lahan basah di Arboretum Mangrove, telah dipasang barcode.

NEWSVIDEO : Tak Punya Ruang Kelas, Belasan Anak di Pelosok Balangan Terpaksa Belajar di Bawah Terpal

Kapolda Kalsel Irjen Yazid Fanani Beri Tali Asih ke Penderita Hidrosefalus di Kecamatan Aluh-aluh

Samakan Persepsi, Diskominfo HSU Gelar Rakor Penyebarluasan Informasi

Api Lalap Lima Buah Rumah di Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Kalsel

Nagita Slavina Diterjang Badai Salju Hingga Takut, Kepanikan Raffi Ahmad Saat Merry Alami Hal Ini

Pengunjung yang sudah menggunakan aplikasi barcode di smartphone, bisa langsung membaca informasi seputar tumbuhan tersebut.

Sementara itu, Rektor ULM, Prof Dr H Sutarto Hadi, , menyambut baik atas pemasangan sistem barcode tersebut.

“Sebuah upaya cerdas. Di era digital ini, SBI mengembangkan sistem barcode untuk identifikasi koleksi tumbuhan lahan basah di arboretum mangrove yang dikelola bersama antara SBI dengan ULM. Harapan saya, upaya ini dapat mempermudah bagi pengujung untuk mengenal tumbuhan lahan basah dikawasan arboretum. Apalagi, kita akan kedatangan tamu summer course dari Universitas New Castle Australia," kata Sutarto. (Banjarmasin post.co.id/Syaiful Anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved