Breaking News:

Objek Wisata Kalsel

Telaga Terbentuk Secara Alami di Puncak Bukit Pahiyangan Kabupaten Bajar Kalsel, Begini Asal-usulnya

Gunung Pahiyangan, Bukit Kapayang, Telaga Pahiyangan. Tujuan yang komplit bila dilahap sekaligus di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/KURNIAWAN
TELAGA Pahiyangan di di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Gunung Pahiyangan, Bukit Kapayang, Telaga Pahiyangan.

Tujuan yang komplit bila dilahap sekaligus di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Menurut informasi yang didapat, Gunung Pahiyangan ini berbentuk segi delapan.

Jadi, jika dilihat dari sisi manapun, bentuknya akan sama.

NEWSVIDEO : Pesona Bukit Kapayang dan Telaga Pahiyangan

Eksotisme Hutan Meratus Menuju Telaga Pahiyangan di Kabupaten Banjar Kalsel

Biaya ke Bukit Kepayang Telaga Pahiyangan Kabupaten Banjar Kalsel Hanya Segin

Mau Pipis ke Toilet, Bocah 12 Tahun di Banjarmasin Disambut Semburan Bisa Kobra 1,5 Meter

Puncaknya yang datar menambah eksotis gunung yang hingga kini dijuluki table mountain tersebut.

Gunung ini memiliki beberapa mandin atau air terjun dan telaga.

Ada tiga tingkatan telaga yang akan ditemukan oleh traveler.

Dua telaga terlewati dan di puncaknya adalah telaga ketiga.

Paling eksotis adalah telaga ketiga karena berada di puncak dan lebih luas.

Kabarnya, Telaga Pahiyangan memiliki luas sekitar satu hektare.

Bukit ini menyimpan legenda, cerita rakyat yang menyebutkan pertapaan naga berkepala delapan yang membuat bukit ini berbentuk delapan.

Komisi III Minta Jembatan Penyeberangan di Hotel Ini Dibongkar, Dewan Segera Panggil Kadis PUPR

Masuk Kawasan Hutan Lindung Lianganggang, 5 Bangunan Ini Dibongkar Tim Dishut Kalsel

Video Pernikahan Sule Viral Pasca Lina Meninggal, Foto Ayah Rizky Febian Akad dengan Wanita Beredar

"Dahulu kala, gunung itu pecah. Terpecah secara alami. Kemudian, di bagian tertentu, pecahannya membendung aliran sungai, hingga air menumpuk dan terbentuk telaga. Jadi, telaga ini terbentuk alami. Bukan karena faktor campur tangan manusia," tutur Zainudin, warga asli Desa Rantaubujur, Kecamatan Aranio.

Seorang pendaki bernama Obet Bian asal Banjarmasin yang juga dari komunitas pendaki Kalimantan dan Plinplan Trip, mengaku, selalu menikmati perjalanan ke lokasi ini.

"Selalu berkesan ketika berkunjung, meski sudah berkali-kali naik. Mari, kita jaga kelestarian dan keasrian alamnya," imbaunya. (Banjarmasinpost.co.id/Niakurniawan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved