Berita Tapin

Tiga Unit Truk Angkutan Buah Sawit Ditilang karena Melanggar ini

Memastikan laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan angkutan perkebunan yang melintas di ruas jalan nasional Margasari- Marabahan

Tiga Unit Truk Angkutan Buah Sawit Ditilang karena Melanggar ini
Kapolsek Candi Laras Utara
Kegiatan tim perda nomor 3 tahun 2012 tentang angkutan tambang dan perkebunan yang melintas di Jalan Nasional di Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, Kamis (16_1_2020) 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Memastikan laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan angkutan perkebunan yang melintas di ruas jalan nasional Margasari- Marabahan Kabupaten Batola.

Tim gabungan penegakan peraturan daerah Kalsel nomor 3 tahun 2012 tentang angkutan tambang dan perkebunan melaksanakan razia.

Tim itu bergabung dengan personel Polsek Candi Laras Utara mencegat angkutan perkebunan buah sawit, Rabu (15/1/2020) sekitar pukul 10.30 Wita hingga pukul 14.00 Wita.

Kapolsek Candi Laras Utara, Ipda Indra Wahyu dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Kamis (16/1/2020) membenarkan.

Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pejabat Publik di Banjarmasin, Polisi Tembuskan SPDP ke Jaksa

Sprei di Kamar Raffi Ahmad & Nagita Slavina yang Ditempati Syahnaz & Jeje Disorot, Lihat Harganya!

Kisah Celana Pendek Yuni Shara Saat Kebanjiran Mencuat, Kakak Krisdayanti Kaget Fotonya Bisa Viral

Ipda Indra Wahyu mengatakan razia dilaksanakan oleh tim penegakan Perda Kalsel dari unsur TNI, Polri dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tapin.

"Hasilnya dari kegiatan penertiban itu sejumlah mobil terkena tilang, diantaranya 3 unit dumptruk dan 6 unit pikap karena pengemudi tidak membawa STNK dan SIM," katanya.

Kemudian, pelanggaran perda nomor 3 tahun 2012, seperti kelebihan muatan buah sawit dan izin dispensasi angkutan TBS (tandan buah segar, red) kelapa sawit sudah kadaluarsa sebanyak dua unit, lanjutnya.

Menurut Ipda Indra Wahyu, akses jalan ruas Margasari-Marabahan bakal ramai saat peringatan Haul Guru Sekumpul.

Itu karena ruas jalan tersebut menjadi alternatif penziarah agar tidak terjebak kemacetan di ruas jalan nasional Matraman-Binuang atau ruas jalan nasional Binuang-Rantau.

Diakui Ipda Indra Wahyu, sekitar 4,5 kilometer akses jalan yang belum beraspal hanya pengerasan batu dan pasir.

Kondisi jalan agregat itu semakin parah apabila dilanda musim hujan, mobil angkutan buah sawit melintas dengan beban muatan lebih diduga penyebabnya.

"Personel Polsek Candi Laras Utara tak berwenang mencegat ataupun menyetop angkutan perkebunan. Itu karena wewenang tim gabungan penegakan Perda Kalsel Nomor 3 Tahun 2012," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/ tar)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved