Berita HSS

Ulur Ulur, Buah Langka dari Pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalsel

Pegunungan Meratus di Kalsel tak hanya kaya dengan fauna, tapi juga floranya. Banyak tanaman berkhasiat obat, berasal dari hutan di Pegunungan Meratus

Ulur Ulur, Buah Langka dari Pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalsel
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Asri dan buah ulur ulur, buah langka, yang dijualnya sampai ke beberapa daerah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Pegunungan Meratus di Kalsel tak hanya kaya dengan fauna, tapi juga floranya.

Banyak tanaman berkhasiat obat, berasal dari hutan di Pegunungan Meratus.

Antara lain, buah ulur ulur yang hanya ada di wilayah Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Seorang pencari buah ulur ulur, Asri, dari Desa Datar Ajab, Kecamatan Hantakan, HST, dikenal sebagai penjual buah tersebut.

Dia memasarkan sendiri, tak hanya di daerahnya, HST, tapi juga ke wilayah Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Bahkan ke berbagai kabupaten lainnya di Kalsel, sampai ke Banjarmasin.

Kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (16/1/2020), dia mengatakan keliling Kalsel memasarkan dengan menggunakan transportasi angkutan umum.

Asri mengaku sudah puluhan tahun berjualan buah langka tersebut.

“Mencarinya di hutan Meratus Desa Datarajab. Sekarang, sulit menemukan buah ini. Stok saya juga tinggal puluhan biji. Dijual Rp 30 ribu per biji,” ungkap Asri.

Menurutnya, ulur ulur berkhasiat mengobati ambien dan infeksi pencernaan yang membuat orang sering mengeluarkan darah saat buang air besar.

Khasiat buah ulur ulur sebagai obat tradisional telah dibuktikan oleh masyarakat Dayak Meratus, yang memang mengandalkan pengobatan tradisional. (Banjarmasinpost/Hanani).

Penulis: Hanani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved