Tajuk

Skakmat Orang Kaya

DALAM urusan elpiji ukuran 3 kg bersubsidi, orang kaya sepertinya sudah tidak punya rasa malu. Aturan dan imbauan yang dikeluarkan pemerintah

Skakmat Orang Kaya
istimewa/Pertamina MOR VI
Menyambut Natal dan Tahun Baru Pertamina Marketing Operation Region VI menambah pasokan LPG 3 kg sebanyak 783.040 tabung untuk seluruh wilayah Kalimantan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - DALAM urusan elpiji ukuran 3 kg bersubsidi, orang kaya sepertinya sudah tidak punya rasa malu. Aturan dan imbauan yang dikeluarkan pemerintah (presiden, gubernur, bupati dan wali kota) agar orang kaya tidak membeli elpiji bersubsidi tidak ada artinya sama sekali bagi mereka. Mereka tetap saja membeli elpiji yang diperuntukan bagi orang tidak mampu tersebut.

Dalam prakteknya, memang bukan orang kaya langsung yang membeli atau ikut antre membeli elpiji bersubsidi. Orang berduit tersebut menggunaan ‘kekuasaan’. Seperti menyuruh atau meminta pembantu rumah tangganya atau bawahannya atau karyawannya membeli elpiji bersubsidi. Membelinya pun tidak satu tabung, tapi bisa sampai lima sampai sepuluh tabung.

Ulah orang kaya ini tentu saja membuat anggaran belanja negara bobol. Elpiji 3 kg yang seharus hanya untuk orang tidak mampu, orang kaya juga ikut menikmatinya.

PT Pertamina (Persero) pernah menyatakan 50 persen kuota elpiji subsidi dengan ukuran 3 kg ternyata digunakan oleh masyarakat mampu, yang seharusnya mengkonsumsi elpiji non subsidi. Kuota elpiji bersubisidi 3 kg pada tahun ini mencapai 5,7 juta Metrik ton (Mt). Jumlah yang diserap oleh kalangan tak mampu yang memang menjadi target Elpiji 3 kg hanya sebesar 2,85 juta Mt. Sisanya diserap oleh masyarakat mampu.

Perilaku orang kaya yang doyan ‘melon’ bersubsidi ini tentu saja tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena itu kita (masyarakat) harus mengikuti pendistribusian melon ini. Apabila ditemukan atau melihat tabun melon di rumah orang kaya, jangan segan-segan melaporkan kepenegak hukum. Ini agar orang kaya jera.

Banjarmasin Post edisi Jumat (171/2020).
Banjarmasin Post edisi Jumat (171/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Saat ini orang kaya masih bisa ‘tertawa’. Tapi di pertengahan tahun 2020 nanti mereka tidak bisa lagi membeli elpiji bersubsidi. Pemeritah akan mengeluarkan jurus baru untuk mengamankan ‘melon’ bersubsidi dari kerakusan orang kaya.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial, mengatakan di pertengahan tahun ini pemerintah bakal menerapkan sistem distribusi tertutup elpiji bersubsidi 3 kg. Hal ini dilakukan agar subsidi betul-betul sampai kepada masyarakat yang berhak.

Kita sangat mendukung dengan diberlakukannya sistem distribusi tertutup elpiji bersubsidi 3 kg ini. Mudah-mudahan jurus baru ini ampuh meng-skakmat orang kaya, sehingga tidak ada lagi orang kaya menikmati subsidi elpiji.

kita harap pemerintah mempunyai data yang akurat siapa saja yang berhak mendapatkan elpiji bersubsidi. Kemudian, kepada mereka yang berhak menerima elpiji bersubsidi diingatkan agar tidak menjualbelikannya kepada orang lain.

Kebijakan baru ini tentu juga akan mempunyai dampak, terutama pada sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Karena pelaku UKM tidak bisa lagi mendapat elpiji dengan harga murah. Hal ini tentu saja akan menjadi beban produksi. Dalam hal ini, tak salah bila pemerintah memberikan solusi dengan tetap memberikan bantuan kepada UKM. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved