Berita Kotabaru

Sulap Limbah Kayu Ulin Jadi Cobek, Nur Pasarkan Produknya di Seluruh Kalsel hingga Kaltim

Pria yang bernama Nur, saat ini menjadi pemasok cobek dan ulek-ulekan di suluruh pasar lokal Kalsel termasuk di Banjarmasin.

Sulap Limbah Kayu Ulin Jadi Cobek, Nur Pasarkan Produknya di Seluruh Kalsel hingga Kaltim
istimewa/Diskominfo Pemkab Kotabaru
Bupati Kotabaru H Sayed Jafar saat berkunjung ke tempat pengolahan cobek milik Nur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pria yang bernama Nur, saat ini menjadi pemasok cobek dan ulek-ulekan di suluruh pasar lokal Kalsel termasuk di Banjarmasin.

Sudah sekitar 2 tahunan belakangan, ia menjadi pemasok lokal di seluruh Pasar Banjarmasin.

Cobek dan ulek-ulekannya itu, terbuat dari limbah Kayu ulin yang kini dirubah menjadi pundi-pundi uang baginya.

Berasal dari Desa Tegal Rejo Kecamatan Kelumpang Hilir Kabupaten Kotabaru, kini kembali mengembangkan gelas dan tempat makan dari limbah kayu ulin.

Pemilik Sebenarnya Harta Nikita Mirzani Terbongkar Pasca Umbar Aib Suami Ussy, Andhika Pratama

Artis Pengirim Santet ke Ashanty Disinggung, Ibu Sambung Aurel Hermansyah Ditarget Mati Perlahan

Sajian Beda Fave Hotel Sambut Tahun Baru China, Abadikan Momen Imlek di Spot Instagramable ini

NEWSVIDEO : Pahajatan Batu Piring, Dipercaya Sebagai Tempat Suci Yang Dihuni Oleh Makhluk Gaib

Itu baru digelutinya sekitar 4 bulanan dua bulan lalu sudah menghasilkn kerajinan gelas, mangkok dan tempat makan. Semua kerajinan berbahan kayu ulin yang terbaru belum lama selesai.

Nur menceritakan, sebelumnya ia memulai kerajinan tersebut, dikarenakan melihat banyaknya limbah batok kelapa, terbuang sia-sia.

Berawal dari batok kelapa, Ia pun kemudian beralih mengolah kerajinan dari ke limbah kayu ulin.

" Awalnya saya melihat, kok batok kelapa disini tidak ada gunanya, dibuang begitu saja. Nah disitu saya mulai berpikir untuk membuat sebuah kerajinan, dan bersyukur ternyata dapat respon bagus. Lalu, saya mulai memanfaatkan limbah kayu ulin," kata Nur kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (17/1/2020).

Ia kemudian membuat cobek dan memasarkannya di pasar lokal Kalsel, bahkan sekarang ini sudah masuk ke Kalimantan Timur.

Sementara yang rencana pmebuatan mangkok, masih dimulai dan berharap bisa berkembang dan kualitasnya juga baik.

"Untuk itu kita juga harus punya mesin ukir, agar kualitasnya menarik dan baik," katanya.

INNALILLAHI, Ade Irawan Meninggal Dunia Berselang 11 Hari Pascawafatnya Sang Anak Ria Irawan

NEWSVIDEO: Begini Kondisi Taman Demang Lehman Martapura, Kabel Lampu Banyak Dicuri

Sikapi KTP-el Ganda, Begini Langkah Dinas Dukcapil Banjar

Terkait hal itu Pemkab Kotabaru dalam hal ini Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, kemarin juga sempat mengunjungi tempat Nur beraktivitas mengolah kerajinan dari limbah kayu ulin.

Bupati Kotabaru sangat mendukung untuk mengembangkan usaha kerajinan itu menjadi khas Kabupaten Kotabaru. Sehingga ini juga bisa memgangkat nama Kotabaru ke daerah lain.

" Usaha kerajinan limbah kayu dari Desa Tegalrejo ini, kalau terus berkembangn tentu akan mencari pekerja lokal dan pastinya akan meningkatkan perekonomian warga setempat. Kita akan dukung mellaui dinas terkait," katanya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved