Berita Banjar

Update Ribuan Nila Mati di Karangintan, Kadis Perikanan Ungkap Dugaan Penyebab Kematian

Dugaan kematian diduga akibat kadat PO atau fosfat yang memiliki kadar 0,8 mg dengan katagori ekstrim atau sangat rendah.

Update Ribuan Nila Mati di Karangintan, Kadis Perikanan Ungkap Dugaan Penyebab Kematian
istimewa
Ribuan ikan nila mati di Karangintan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA-Ribuan ikan di Keramba Jala Apung Kecamatan Karang intan, Kabupaten Banjar mati mendadak, disinyalir matinya ribuan ikan ini terjadi sejak Selasa (14/2/2020) kemarin.

Dinas Perikanan Kabupaten Banjar bergerak cepat ke lokasi dan kondisi terkini kematian sudah berkurang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, Riza Dauly ketika dikonfirmasi reporter banjarmasinpost.co.id, Jumat (17/1/2020) mengatakan para pembudidaya keramba apung di himbau waspada akan kematian ikan akibat perubahan iklim dan cuaca yang terjadi sekarang.

“Para pembudidaya diharapkan dapat melakukan langkah langkah mitigasi agar dapat menekan resiko dan kerugian secara material dan non material,” ujar Kepala Dinas yang ramah ini.

Wisata Religi di Banjarmasin, Ini Makam Sultan Suriansyah Raja Banjar Pertama Memeluk Islam

Pengusaha Keluhkan Belum Terbitnya RKAB Tambang, Dewan Kalteng Akan Panggil Kadis ESDM

Sebab Ade Irawan Meninggal Dunia Diduga Karena Ini, Sempat buat Pesan Saat Ria Irawan Dirawat

Akhir Perseteruan Nikita Mirzani & Andhika Pratama-Ussy Serupa Uya Kuya & Agnez Mo? Ini Kata Nyai

Dijelaskan berdasarkan sampel yang diambil dari keramba jala apung milik para pembudidaya, adapun ikan yang mati ini jenis nila dengan total kerugian ratusan juta rupiah.

Dugaan kematian diduga akibat kadat PO atau fosfat yang memiliki kadar 0,8 mg dengan katagori ekstrim atau sangat rendah.

Sementara pH relatip normal sekitar 6,5 disusul kedalaman air setinggi 4 meter dengan katagori relatif baik

. “Sementara jika dilakukan pengamatan secara visual, adapun indikasi lainnya akibat air yang tidak mengalir, stagnan dan cenderung berbalik arus,” tambah Riza.

Ayu Ting Ting Terserang Penyakit Jelang Konser, Ini Kondisi Sohib Ruben Onsu & Rival Via Vallen

Pagi-pagi, Muncul Kemanjaan Betrand Peto ke Sarwendah Sampai Buat Istri Ruben Onsu Hela Nafas

Adu Gaya Penampilan Ibu Syahrini & Ibu Reino Barack Saat Heboh Harga Mukena Adik Aisyahrani

Atas kematian ribuan ikan nila ini, Dinas Perikanan sendiri telah mengeluarkan imbauan kepada para pembudidaya jala apung untuk menyiapkan wadah penampungan untuk ikan yang sudah mati sebelum di timbun. Hingga membersihkan bangkai ikan yang sudah mati agar kualitas air tetap terjaga.

Sudiono warga Karangintan ketika dihubungi membenarkan soal kematian ikan itu. " Iya kemarin banyak yang mati lagi . Hari ini, Jumat sudah tidak ada lagi, walau ada ya sedikit saja," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved