Melihat Sentra Anyaman Purun di Tapin

Begini Proses Awal Pembuatan Kerajinan Purun di Tapin, Tanaman Purun Dihaluskan Mesin Tumbuk

Setiap pagi hingga siang hari, mesin tumbuk itu bekerja menghaluskan purun agar mudah dianyam para perajin.

Begini Proses Awal Pembuatan Kerajinan Purun di Tapin, Tanaman Purun Dihaluskan Mesin Tumbuk
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Tanaman purun di tumbuk Mesin tumbuk purun sebelum diolah tikar di Desa Pabaungan Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Sabtu (18/1/2020) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sebagian besar perajin anyaman purun tidak lagi secara manual menghaluskan purun.

Sebab, menghaluskan purun dengan cara manual, memerlukan tenaga untuk menumbuk agar halus.

Di desa Pabaungan Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan, sudah ada mesin tumbuk berbahan kayu ulin, balok ulin ukuran 10×10 sentimeter.

Jaraknya dari Rantau, ibukota Kabupaten Tapin hanya 25 kilometer. 1

Setiap pagi hingga siang hari, mesin tumbuk itu bekerja menghaluskan purun agar mudah dianyam para perajin.

Sentra Anyaman Purun Ada di Tapin, Jaraknya Hanya 27 Km dari Kota Rantau

Lempeng Banjar Dilombakan, Begini Kreasi Baru UMKM Kuliner, Ada Lempeng Klasik sampai Lempeng Durian

NEWSVIDEO: Mengeksplorasi Potensi Wisata Pulau Burung

Wisata Puncak Meranti Kotabaru Semakin Ramai Tujuan Wisata, Realisasi PAD Melampau Target

"Sekali menghaluskan purun itu, harganya Rp 2500. Saya jual Rp 5000. Satu ikat purun halus ini dapat diolah menjadi 10 topi purun," kata Rusma.

Rusma tidak sendirian, ada dua temannya juga sibuk menghaluskan purun, yaitu Ikrimah dan Jannah, warga Desa Pabaungan Hulu.

Rusma, adalah warga Desa Pabaungan Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan, yang bukan perajin anyaman purun.

Namun, dari usaha perajin anyaman purun itu, dia mendapat upah menghaluskan purun agar mudah dianyam para perajin.

"Saya hanya mengambil upah menghaluskan purun ini," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (18/1/2020).

Pemandangannya Oke, Giliran Bukit Batu Akan Disulap Jadi Objek Wisata Alam oleh Pemprov Kalsel

Melihat dari Dekat Kampung Hijau dan Biru Banjarmasin Kalsel Saat Wisata Susur Sungai

Rusma mengaku setelah purun dihaluskan, kemudian dijualnya kepada perajin anyaman purun untuk dibuat produk topi, tikar dan tas purun .

"Saya hanya mencari bahan baku anyaman purun saja. Masih ada tumbuh di daerah Kecamatan Candi Laras Selatan," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ muhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved