Berita Tapin

Biar Awet, Mesin Absensi Deteksi Wajah di Tapin Diberi Kotak Kaca

Mesin itu mendeteksi bentuk wajah yang sudah terekam. Kalau wajah yang terekam terdeteksi, mesin itu memunculkan tulisan OK.

Biar Awet, Mesin Absensi Deteksi Wajah di Tapin Diberi Kotak Kaca
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tapin melaksanakan absensi kehadiran, Jumat (17/1/2020) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Waktu menunjukkan pukul 16.35 Wita, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tapin berkumpul di ruang tengah.

Mereka tertib antri menghadap kotak kaca segi empat. Di dalam kotak itu ternyata ada mesin absensi yang mendeteksi titik wajah.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tapin, H Yustan Azidin mendapat giliran menghadap kotak kaca segi empat tersebut.

Mesin itu mendeteksi bentuk wajah yang sudah terekam. Kalau wajah yang terekam terdeteksi, mesin itu memunculkan tulisan OK.

Bernilai Diatas Rp 10 Miliar, Hibah Rusawana Muara Kelayan Tunggu Keputusan Presiden

Jatah LPG 3 Kg Gunakan Kartu Miskin, Hiswana Migas Kalsel Prediksi Harga Makin Melambung

Kisah Rizky Febian Merasa Ditipu Lina Terungkap, Anak Sule Diperlakukan Istri Teddy Begini

VIRAL, Pembeli Marah-marah saat Bayar Rp 800 Ribu Setelah Makan 2 Ekor Ayam, Pemilik RM Berjanji Ini

Wajah yang tidak terekam dan mencoba menghadap kotak segi emoat itu, dipastikan tidak terdeteksi mesin absensi tersebut.

"Mesin itu khusus absensi para ASN. Kami absen manual memakai kertas," ujar seorang honorer berlalu saat reporter Banjarmasinpost.co.id melihat mesin absensi tersebut.

Denny, staf pelaksana pada Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tapin mengatakan mesin absensi itu awet jika diberi pengaman kotak kaca segi empat.

Menurutnya, mesin absensi itu mendeteksi titik wajah di bagian depan dekat kening dan rahang. Letak mesin absensi itu hatus berada di ruangan yang terang, misalnya di ruang tengah yang terang.

"Kalau gelap mesin absensi tak dapat mendeteksi wajah. Meski saat perekaman berkumis dan bercambang, kemudian dicukur tetap terdeteksi," katanya, Jumat (17/1/2020).

Dua Paket Sabu Gagal Edar di Kawasan Lapangan Dwi Dharma Rantau, Pengedarnya Diciduk Polisi

RSUD Kintap Belum Terima Pasien BPJS, Dinkes Tanahlaut : Tunggu 6 Bulan

Pemilik Sebenarnya Harta Nikita Mirzani Terbongkar Pasca Umbar Aib Suami Ussy, Andhika Pratama

Menurutnya, absensi wajah itu bagian dari penerapan disiplin kerja dan mendapat nilai tambahan penghasilan pegawai yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Tapin, jelasnya.

Absensi bernilai 40 persen, selebihnya 60 persen adalah kinerja yang ditulis dalam aplikasi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).

"Cuma saat ini aplikasi SKP masih ujicoba hingga akhir Januari 2020 ini. Begitu juga dengan mesin absensi tersebut," katanya. (banjarmasinpost.co.id/muhktar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved