Melihat Sentra Kerajinan Purun di Tapin

Didatangkan dari Kalteng, Perlu Biaya Besar untuk Dapatkan Bahan Baku Tikar Dalit

Kendala para perajin anyaman purun di Desa Sungai Rutas, tidak adanya alat transportasi air untuk mencari bahan rumput pandan berduri.

Didatangkan dari Kalteng, Perlu Biaya Besar untuk Dapatkan Bahan Baku Tikar Dalit
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Hj Ajeng Kartini, Kepala Seksi Ekonomi pasa Kantor Kecamatan Candi Laras Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Tikar dalit begitu pavorit sehingga pemasarannya pun tidaklah menjadi masalah.

Hanya saja, kendala para perajin anyaman purun di Desa Sungai Rutas, tidak adanya alat transportasi air untuk mencari bahan rumput pandan berduri.

Menurut Kepala Seksi Ekonomi Pasar Hj Ajeng Kartini, rumput pandan berduri itu untuk mengikat tikar Dalit agar lebih bagus daripada menggunakan bahan tidak alami, seperti dari tali rapia atau warga setempat menyebut rumput jepang.

Selama ini, sebut Hj Ajeng Kartini, perajin anyaman purun tikar Dalit, pun bahan baku tikar Dalit diperoleh dari Provinsi Kalimantan Tengah.

Geluti Anyaman Purun Sejak 1982, Mariani Keluhkan Modal Bahan Baku

NEWSVIDEO : Serunya Makan Durian Gratis Festival Durian di Kiram Park

Perselingkuhan Suami Iis Dahlia dengan Pramugari yang Jadi Isu Panas Dijawab, Rekan Uya Jelaskan Ini

VIRAL, Pembeli Marah-marah saat Bayar Rp 800 Ribu Setelah Makan 2 Ekor Ayam, Pemilik RM Berjanji Ini

"Saya ini awalnya perajin anyaman purun di Desa Beringin. Sebelum menjadi pegawai hingga kini masih perajin anyaman purun," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (18/1/2020) .

Atun, perajin anyaman purun tikar Dalit di Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Sabtu (18/1/2020)
Atun, perajin anyaman purun tikar Dalit di Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Sabtu (18/1/2020) (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Sebab jika dipaksakan menggunakan purun lokal di daerah Kecamatan Candi Laras Selatan, tikar Dalit mudah pecah sulit dianyam dan jika dipakai konsumen tidak awet serta cepat rusak.

"Karena bahan purun didatangkan dari Kalimantan Tengah sehingga harga tikar dalit dijual ratusan ribu rupiah. Pengikat tikar Dalit dari rumput pandan berduri, tumbuhan di lokal sini," katanya. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid) 

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved