Opini Publik

Menyoal Merdeka Belajar

Gagasan menarik dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim soal merdeka belajar.

Menyoal Merdeka Belajar
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan, Sulaiman Kurdi melihat kondisi pendidikan di Dusun Ambatunin, Desa Uren, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel 

Oleh: Kurniawan Adi Santoso, Guru SDN Sidorejo, Sidoarjo, Jatim.

BANJARMASINPOST.CO.ID - Gagasan menarik dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim soal merdeka belajar. Ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang bahagia, baik bagi murid maupun para guru. Lantas, bagaimana para guru mesti membangun kemerdekaan belajar di kelas?

Tidak sedikit guru yang masih abu-abu memaknai istilah merdeka belajar. Apa yang harus dilakukan, apa yang harus dikembangkan dan sebagainya. Ruang kemerdekaan belajar ini jangan hanya dipandang sebagai angin segar, bahwa mengajar akan lebih mudah tanpa aturan dan administrasi yang ketat. Justru merdeka belajar menuntut seorang guru untuk ke luar dari zona nyaman. Bagaimana dia bisa kreatif dan inovatif di depan kelas sebagai fasilitator pada mata pelajarannya, sehingga siswa tidak akan merasa bosan bersamanya.

Sesungguhnya merdeka belajar adalah tantangan besar bagi guru dan sekolah. Bagaimana sebuah konsep kemerdekaan belajar itu dipahami dan dilakukan seluruh guru. Hal ini bukan perkara mudah. Diperlukan sinergi dari seluruh pemangku kebijakan (mulai dari kementerian, dinas pendidikan hingga kepala sekolah dan para wakilnya).

Perlu diadakan berbagai macam pelatihan merdeka belajar bagi para guru secara masif. Dilanjutkan dengan menyebarkannya melalui diseminasi dari guru sasaran untuk duduk bersama dengan seluruh guru disekolah, guna memahami apa itu merdeka belajar, bagaimana melakukannya, bagaimana membuat konsep itu terus berjalan pada setiap pembelajaran. Jangan sampai merdeka belajar hanya sekedar digaungkan.

Banjarmasin Post edisi Sabtu (18/1/2020)
Banjarmasin Post edisi Sabtu (18/1/2020) (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Bersiap Berubah

Kenyataannya di dalam kelas masih banyak guru yang hadir dengan gaya lama yang membuat siswa merasa tersiksa dan terpenjara, jauh dari bahagia. Tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah guru yang sudah mampu beradaptasi dengan era revolusi industri 4.0 ini masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang menggunakan pola-pola lama dan konvensional. Masih ada juga guru yang memaknai mengajar hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan, tanpa banyak melakukan inovasi dan menanamkan inspirasi di kelas.

Ibaratnya begini, pendidikan adalah alat, guru adalah mesinnya. Sebagus apapun alat tersebut, sehebat apapun promosinya kalau mesin yang digunakan telah ketinggalan zaman dan tidak pernah diperbaharui, tentu akan menghambat alat itu sendiri. Demikian juga dengan dunia pendidikan, sebagus apapun kurikulumnya dengan penjelasan yang luar biasa dari pakar pendidikan, apabila guru bukan orang yang andal, akan menghambat penerapan kurikulum itu sendiri.

Maka dari itu, guru harus mulai bersiap untuk berubah. Kemerdekaan belajar hanya bisa dilakukan jika seorang guru juga memulainya dengan belajar. Bukan saja tentang kecakapan profesionalnya saja, tapi lebih dari itu, bagaimana seorang guru bisa hadir di kelas dengan suasana yang menyenangkan, dengan metode dan media yang menarik, dan tentu saja dengan ikatan emosi yang kuat.

Antusiasme murid dalam belajar di kelas tergantung pada guru dalam menciptakan alur pembelajaran. Kegembiraan yang dialami murid hanyalah ketika mereka menemukan manfaat dari pembelajaran tersebut. Guru yang merdeka tentu kaya cara dan sumber belajar yang bisa dibawa ke kelas.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved