Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO : Mehancau, Menangkap Ikan Dengan Cara Tradisional Menggunakan Batang Bambu Dan Jala

mahancau alat ini berupa batang bambu yang dirangkai membentuk segi empat sama sisi yang diberi jala, kemudian diberi tangkai untuk pegangan.

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Banyak cara menangkap ikan secara tradisional. Di Kalimantan salah satunya di Kalsel, ada dengan cara unjun, pair, banjur lunta, lukah, hancau dan sebagainya.

Bicara hancau atau mahancau alat ini berupa batang bambu yang dirangkai membentuk segi empat sama sisi yang diberi jala, kemudian diberi tangkai untuk pegangan.

Penggunaannya bagian yang ada jala direndam di sungai, beberapa menit kemudian diangkat dan sejumlah ikan menyangkut dijala tersebut, selanjutnya diangkat ke darat dan diambil dengan tangan atau gayung.

Penggunaan hancau pada umumnya untuk menangkap ikan di ruang yang agak luas dan tidak banyak sampah.

Perseteruan Hotman Paris dengan Syahrini Dulu Pernah Terjadi, Tetiba Posting Foto Istri Reino Barack

Kelakukan Betrand Peto pada Barang Milik Thalia Ketahuan Ruben Onsu, Suami Sarwendah Sampai Terharu

Dinilai Layak Pasca Uji Coba, Pengoperasian Pelabuhan Pelaihari Tinggal Penuhi Satu Syarat Ini

NEWSVIDEO : Berusia 300 Tahun, Batu Buhai Handil Basirih Sei Asam Kapuas Simpan Sejarah dan Misteri

Di sejumlah perdesaan yang terdapat rawa dan sungai, mahancau menjadi tradisi turun temurun apalagi saat musim penghujan.

Salah satunya, di kawasan perkampungan wilayah Banjarbaru. Ramai masyarakat mehancau ikan.

Arbayah, warga Banjarbaru, mengatakan mahancau ikan sudah menjadi kebiasaan setiap tahun dilakukan. Umumnya banyak anak ikan papuyu, sapat.

"Kalau air sungai sedang dalam atau setelah hujan, biasanya kami mahancau, hasilnya untuk dimakan sekeluarga," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id /salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved