Berita Kabupaten Banjar

Sepuluh Tahun Tunjangan Tambahan Guru Tak Naik, Ini yang Dilakukan Disdik Kabupaten Banjar

Keluhan kalangan guru di bawah binaan Pemerintah Kabupaten Banjar menyusul rendahnya tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)

Sepuluh Tahun Tunjangan Tambahan Guru Tak Naik, Ini yang Dilakukan Disdik Kabupaten Banjar
banjarmasinpost.co.id/idda royani
MAIDI ARMANSYAH, kepala Disdik Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Keluhan kalangan guru di bawah binaan Pemerintah Kabupaten Banjar menyusul rendahnya tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) menjadi perhatian khusus Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Bahkan sejak memimpin Disdik Banjar sejak Januari 2019 lalu, kala itu saya kaget ketika mengetahui sudah sepuluh tahun TPP tidak pernah naik dan nominalnya terendah se-Kalsel," ucap Kepala Disdik Banjar Maidi Armansyah, Sabtu (18/1/2020).

Sejak itu pula dirinya mulai berupaya melakukan langkah atau upaya untuk menaikkan TPP tersebut. Usulan pun telah diajukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

"Memang nominal kenaikan yang saya ajukan tidak terlalu besar, karena kemampuan keuangan daerah juga terbatas mengingat banyaknya program pembangunan lainnya yang juga mesti diakomodasi pemerintah daerah," tandasnya.

VIRAL, Pembeli Marah-marah saat Bayar Rp 800 Ribu Setelah Makan 2 Ekor Ayam, Pemilik RM Berjanji Ini

Sambil Peluk Aktor Tyo Pakusodewo, Air Mata Dewi Irawan Tumpah: Ibu Bilang Sudah Ditunggu Ria Irawan

Nagita Slavina Jual Mobil Lamborghini Raffi Ahmad Jadi Rencana Ibu Rafathar Itu Demi Hal Ini

Pejabat eselon II di Bumi Barakat ini mengatakan usulan tersebut telah digodok oleh Tim Anggaran Pemkab Banjar yang melibatkan beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. "Insha Allah naik meski tidak terlalu besar. Saat ini masih menunggu perbup (peraturan bupati)nya," tegas Maidi.

Sementara itu di kalangan guru di Banjar sejak beberapa pekan terakhir telah menyebar salinan skema kenaikan TPP per 'kluster' guru. Kenaikan tertinggi yakni pada jabatan fungsional guru madia yaitu Rp 539 ribu. Lalu, untuk guru muda Rp 408 ribu, guru pertama Rp 328 ribu, dan guru non sertifikasi TPP pusat Rp 524 ribu.

Mengenai angka tersebut, Maidi mengatakan belum bisa memastikan sepenuhnya. "Ya mungkin memang kurang lebih seperti itu ya skemanya. Tapi, sekali lagi saya belum bisa memastikan mengingat sampai sekarang perbup tentang kenaikan TPP belum saya terima," ucapnya.

Ia berharap kalangan guru di bawah naungan Pemkab Banjar (guru SD dan SMP) bersabar dan terus meningkatkan kinerja. Pemkab Banjar secara bertahap juga akan terus berupaya meningkatkan penghasilan guru.

Maidi mengatakan kenaikan tunjangan guru memang tidak memungkinkan sekaligus dalam jumlah besar mengingat jumlah guru di Kabupaten Banjar cukup banyak. Data terkini di Disdik Banjar, jumlah guru di daerah ini sebanyak 3.500 orang yang berstatus PNS.

Selain itu ada lagi sekitar seribu orang guru non PNS. Mereka umumnya guru honor yang diangkat pihak sekolah karena kekurangan tenaga guru akibat pensiunnya guru setempat. Masih cukup banyak pula guru di Banjar yang belum mengantongi sertifikat sertifikasi yakni sekitar 2.400 orang.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved