Berita Banjarbaru

Empat Desa di Kalsel Ini Kini Naik Status Jadi Desa Mandiri, Simak Penjelasannya

Empat desa di Kalsel ditetapkan menjadi desa mandiri. Penetapan empat desa ini setelah memenuhi sejumlah indeks paramater penilaian.

Empat Desa di Kalsel Ini Kini Naik Status Jadi Desa Mandiri, Simak Penjelasannya
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Ilustrasi-Bupati Kotabaru Menyuapi Nasi Tumpeng kepada Kades semayap Usai Resmikan Gedung dan Bank Sampah, Kamis (17/10/19. Desa Semayap ditetapkan menjadi desa mandiri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebuah desa di katakan mandiri jika sudah masuk dalam status Indeks Desa Mandiri (IDM). Tentunya banyak faktor sehingga desa bisa mandiri termasuk akibat rangsangan dari dana desa.

Di Kalsel, dari total desa sebanyak 1864 desa, baru ada  empat desa yang yang naik statusnya mandiri.

Empat Desa tersebut yakni, Desa Sragen dan Desa Semanyap di Pulau Laut Utara, Kotabaru. Kemudian Desa Tegal Rejo Kecamatan Kelumpang Hilir Kotabaru, dan Desa Purwosari I di Tamban Batola.

Kadis Pembinaan Masyarakat Desa (PMD) Kalsel, Zulkifli Minggu (19/1/2020) mengatakan bahwa empat desa yang mandiri terjadi di 2019 dan penetapannya di 2020.

"Penetapananya itu oleh pemerintah pusat atas keberhasilan kinerja. Dimana nol alias tidak ada sama sekali," kata Zulkifli.

Artinya, Desa tersebut sudah dibawa berkembang dari yang dulunya kurang mapan.

Segarnya Rujak Mama Idang, Jadi Favorit Masyarakat hingga Pejabat Swasta dan Pemerintah

Habiskan Anggaran Rp 298 Miliar, Warga Harapkan Jembatan Tumbangsamba Katingan Cepat Difungsikan

VIRAL Video PNS Kepergok Mesum dalam Mobil, Karena Malu Tancap Gas Tabrak Satpam Solo Paragon Mall

Hasil Autopsi Lina, Mantan Istri Sule Disinggung, Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Ibu Rizky Febian

Masih dijelaskannya Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan.

Perangkat indikator yang dikembangkan dalam Indeks Desa Membangun dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju Desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan Desa untuk mensejahterakan kehidupan Desa.

Kebijakan dan aktivitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa harus menghasilkan pemerataan dan keadilan, didasarkan dan memperkuat nilai-nilai lokal dan budaya, serta ramah lingkungan dengan mengelola potensi sumber daya alam secara baik dan berkelanjutan.

Dalam konteks ini ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi bekerja sebagai dimensi yang memperkuat gerak proses dan pencapaian tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved