Berita Banjarmasin

Genjot Keterwakilan Wanita di Parlemen, Politisi Perempuan Kalsel Bentuk KPPI

Belum tercapainya porsi keterwakilan perempuan di Parlemen Kalsel, jadi pemicu politisi wanita di Kalsel membentuk KPPI Kalsel

Genjot Keterwakilan Wanita di Parlemen, Politisi Perempuan Kalsel Bentuk KPPI
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
(kiri) Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia Provinsi Kalsel, Hj Dewi Damayanti. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Belum tercapainya porsi keterwakilan perempuan di Parlemen Kalsel, jadi pemicu politisi wanita di Kalimantan Selatan (Kalsel) inisiasikan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Kalsel di Tahun 2020.

Akan dilaksanakan pelantikan pengurus pada Bulan Pebruari 2020 ini, KPPI Provinsi Kalsel diketuai Politisi Perempuan dari Partai Golkar, Hj Dewi Damayanti.

Dijelaskan Hj Dewi, Kaukus tersebut akan berfokus pada program-program pengembangan sumber daya manusia (SDM) perempuan agar memiliki kapasitas lebih baik dan potensial tak hanya maju tapi juga terpilih di Pemilihan Legislatif yang akan datang.

Merangkul seluruh perempuan termasuk dari Partai-Partai Politik (Parpol) di Kalsel, program yang akan disusun diantaranya berupa pelatihan, brainstorming dan motivasi mempersiapkan mental perempuan menjadi legislator handal.

Asyiknya Berwisata ke Gunung Mayang, Diantar Bus Tayo Lewati Perbukitan dan Lihat Pemandangan Laut

Banyak Ditinggalkan Warganya, KPU Kalsel Belum Pastikan Akan Buka TPS di Desa Ini

Hasil Autopsi Lina, Mantan Istri Sule Disinggung, Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Ibu Rizky Febian

VIRAL Video PNS Kepergok Mesum dalam Mobil, Karena Malu Tancap Gas Tabrak Satpam Solo Paragon Mall

Langkah ini menurut Hj Dewi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel merupakan upaya konkret untuk mewujudkan kehendak Undang-Undang agar keterwakilan perempuan di Parlemen setidaknya sebesar 30 persen.

Dimana hal ini sebenarnya sudah difasilitasi melalui beberapa Undang-Undang yaitu Undang-undang Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik serta Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 khususnya mewajibkan Parpol untuk menyertakan 30 persen keterwakilan perempuan pada kepengurusan tingkat pusat sebagai salah satu syarat agar parpol dapat berpartisipasi pada Pemilu.

"Di Kalsel belum tercapai 30 persen itu, tapi di seluruh Indonesia sedang berjuang juga," kata Hj Dewi.

Ia berharap melalui upaya yang akan dilakukan KPPI Provinsi Kalsel dapat lebih memotivasi kaum perempuan untuk berjuang dan mendapatkan dukungan dari Parpolnya masing-masing.

Diketahui dari total 55 Anggota DPRD Provinsi Kalsel yang dilantik untuk masa jabatan 2019-2024 hanya 10 diantaranya perempuan, artinya jumlah tersebut baru sebesar kurang lebih 18,2 persen.

Padahal jika inginkan 30 persen keterwakilan perempuan terpenuhi, setidaknya harus ada 17 orang perempuan yang duduk di Rumah Banjar.

Setelah Teriakan Memilukan Berakhir Ada 8 Penumpang Tewas Mengenaskan dalam Kecelakaan Bus di Subang

Tanjakannya Tak Terlalu Tinggi, Tapi Sopir Ini Ungkap Keanehan Saat Lintasi Bukit Rimpi

Penyakit Zaskia Sungkar Jadi Sebab Sulit Hamil, Istri Irwansyah Ungkap Pasca Jenguk Bayi Baim Wong

10 Anggota Parlemen perempuan yang ada di Parlemen Kalsel saat ini berasal dari 5 Parpol, didominasi Partai Golkar dan Partai Gerindra dengan masing-masing tiga legislator.

Mereka yaitu Hj Dewi Damayanti Said, Hj Syarifah Rugayah dan Hj Hariyatie dari Partai Golkar, Jihan Hanifa, Siti Noortita Ayu Febria dan Hj Mariana dari Partai Gerindra.

Lainnya yaitu Hj Karmila dan Hj Rachmah Noorlias dari PAN, Gina Mariati dari Partai Nasdem, Hj Rizki Niras Anggraini dari Partai Hanura.

Walau dari aspek jumlah keterwakilan perempuan di Parlemen Kalsel belum tercapai, namun dari empat unsur Pimpinan DPRD Provinsi Kalsel masa jabatan 2019-2024 ada dua perempuan yang duduk di posisi Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, yaitu Hj Mariana dan Hj Karmila. (banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved