Berita Kotabaru

Nelayan Tradisional di Kotabaru Kesulitan Mendapatkan BBM, Terpaksa Pakai Minyak Tanah Dioplos Oli

Kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) kembali menggelayuti nelayan tradisional Kotabaru. Mereka terpaksa menggunakan minyak tanah yang dioplo

Nelayan Tradisional di Kotabaru Kesulitan Mendapatkan BBM, Terpaksa Pakai Minyak Tanah Dioplos Oli
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Suasana di SPDN di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Saijaan Kotabaru, sepi karena tidak lagi operasi melayani distribusi BBM untuk nelayan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) kembali menggelayuti nelayan tradisional Kotabaru. Khususnya nelayan di Desa Rampa (Lama) Kecamatan Pulaulaut Utara, sudah hampir setahun ini mereka kesulitan mendapat BBM.

Tidak jarang kesulitan mendapatkan BBM, operasional untuk melaut yang dialami nelayan. Bahkan kini sebagian dari mereka ada yang menggunakan minyak tanah dicampur oli bekas pengganti BBM keperluan mesin.

Ironis, ketika BBM biasa dijual di pengecer atau warung-warung di desa setempat kosong. Mereka tidak hanya berburu BBM hingga ke luar. Tapi, kesulitan mendapatkan BBM kerap memasak mereka tidak melaut.

"Pernah karena kesulitan mendapatkan BBM, satu RT (Rukun Tetangga) nelayan tidak bisa melaut," ujar Ardian salah seorang nelayan di temui banjarmasinpost.co.id, Minggu (19/1/2020).

Foto Rambut Bob Ayu Ting Ting Disorot, Nama Lucinta Luna Malah Disebut-sebut di Postingan Sohib Igun

Banyak Ditinggalkan Warganya, KPU Kalsel Belum Pastikan Akan Buka TPS di Desa Ini

VIRAL Video PNS Kepergok Mesum dalam Mobil, Karena Malu Tancap Gas Tabrak Satpam Solo Paragon Mall

Tanjakannya Tak Terlalu Tinggi, Tapi Sopir Ini Ungkap Keanehan Saat Lintasi Bukit Rimpi

Menyinggung adanya nelayan terpaksa menggunakan minyak tanah dicampur oli sebagai pengganti bahan bakar mesin perahu, Ardiansyah pun tidak menepisnya.

"Ya, bisa saja kembali ke peristiwa beberapa tahun lalu. Menggunakan minyak tanah dicampur oli bekas," terang Ardian.

Kesulitan mendapatkan BBM, lanjut Ardian, tidak terlepas nelayan yang sejak setahun ini tidak lagi mengambil jatah BBM di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Saijaan.

Lantaran distribusi BBM di SPDN (Solar Paket Dialer Nelayan) dari AKR yang sebelumnya dikelola oleh koperasi tidak lagi beroperasi.

"Tutup sudah di AKR," tambah Ardian kepada banjarmasinpost.co.id diamini beberapa orang nelayan lainnya saat ditemui di dermaga.

Sambung Ardian, selama SPDN tutup, untuk memenuhi BBM nelayan yang membeli di warung pengecer pun sering tidak mencukupi kebutuhan nelayan yang berjumlah ribuan.

Halaman
123
Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved