Berita Tapin

Satu Hektar Lahan di Tapin Terdampak Penggalian Saluran Pertanian Batola, ini Harapan Ketua RT

Ada sekitar satu hektar lahan milik warga Desa Keladan, Tapin yang terkena proyek penggalian pertanian Kabupaten Batola.

Satu Hektar Lahan di Tapin Terdampak Penggalian Saluran Pertanian Batola, ini Harapan Ketua RT
HO/Humas Kodim Barabai
Ilustrasi-Alat berat diturunkan untuk menggarap lahan program Serasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Aktivitas alat berat yang melakukan penggalian saluran pertanian di wilayah perbatasan sudah disetop.

Itu dikatakan Abdan, Ketua RT 12 Desa Keladan, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menurut Abdan, lahan itu kini masih status qua, kelompok petani dari Kabupaten Batola juga tidak menggarap lahan pertanian tersebut, pasca alat berat disetop.

"Hingga kini, belum ada aktivitas penggalian pasca ditegur Kepala Desa Keladan karena tanpa pemberitahuan memasuki wilayah RT 12 RW 01 Desa Keladan, Kecamatan Candi Laras Utara," katanya.

Abdan mengatakan lahan yang terdampak itu merupakan lahan garapan dan pemiliknya bukan warga Desa Keladan lagi sudah berpindah tangan, beralih status pemilik karena dijual.

"Letak posisi lahan itu memang di wilayah RT 12 dan surat keterangan tanah dan surat peralihan hak jual beli itu sepengetahuan saya selaku kepala lingkungan," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Munggu (19/1/2020).

Penjaga Toilet Siring Laut Kotabaru Kalsel Dapat Insentif Segini Per Bulan dari Disporabudpar

Namanya Dihapus, Desa Wonorejo Balangan Tidak Dapat Lagi Kucuran Dana Desa

PNS yang Kepergok Mesum di Solo Paragon Mall Ternyata Pria Profesional, Mobilnya Seperti Kamar Mesum

Hasil Autopsi Lina, Mantan Istri Sule Disinggung, Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Ibu Rizky Febian

Abdan mengaku ada rencana kedepan ini bersama Kepala Desa Keladan menemui Ketua Kelompok Tani di Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang melaksanakan penggalian saluran pertanian tersebut.

"Ada sekitar satu hektar lahan milik warga Desa Keladan yang terkena proyek penggalian. Kami ingin melihat legalitas surat lahan karena proyek penggalian saluran pertanian itu tidak ada pemberitahuan dan sangat jelas masuk wilayah batas alam rupa bumi," katanya.

Abdan berharap penyelesaian lahan yang digali itu segera diselesaikan atau dikembalikan lagi, sebab lahan itu berada di wilayah Kabupaten Tapin.

"Kami ingin penyelesaian itu secara kekeluargaan dengan duduk bersama karena petani di Batola dengan warga Desa Keladan masih ada hubungan kekerabatan," katanya.

Abdan mengaku di wilayah perbatasan itu sudah ada permohonan pembuatan sertipikat lahan melalui Kantor Pertanahanan Kabupaten pada 2018 lalu.

"Ada sekitar 15 bidang lahan yang dibuatkan sertipikat hak milik melalui program Prona. Makanya saya heran, lahan warga saya digali buat saluran pertanian itu berdalih, mereka juga memiliki sertipikat," katanya.

Segarnya Rujak Mama Idang, Jadi Favorit Masyarakat hingga Pejabat Swasta dan Pemerintah

Yuk Berwisata Gunung Mayang Tanbu, Tawarkan Pemandangan Perbukitan dan Laut, Oke Banget Berswafoto

Habiskan Anggaran Rp 298 Miliar, Warga Harapkan Jembatan Tumbangsamba Katingan Cepat Difungsikan

Camat Candi Laras Utara, Mahruddin dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, membenarkan adanya sengketa tata batas antarwarga di perbatasan Kabupaten Tapin dan Kabupaten Batola.

Upaya Pemerintah Kecamatan Candi Laras Utara akan mendengar keterangan kepala desa Keladan dan aparaturnya agar beritanya valid.

"Itu untuk memastikan keluhan warga pemilik lahan dan bersama melihat ke lokasi lahan yang kabarnya digali untuk proyek saluran pengairan pertanian," katanya. (banjarmasinpost.co.id/muhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved