Travel

Segarnya Rujak Mama Idang, Jadi Favorit Masyarakat hingga Pejabat Swasta dan Pemerintah

Rujak Mama Idang menawarkan buah segar pilihan. Tak heran, rujak Mama Idang jadi pavorit masyarakat di Kabupaten HSS.

Segarnya Rujak Mama Idang, Jadi  Favorit Masyarakat hingga Pejabat Swasta dan Pemerintah
banjarmasinpost.co.idhanani
Mama Idang dengan warung rujak dan juga warung kopinya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Warung rujak, atau dalam bahasa Banjar pencuk, biasanya  bermunculan selama bulan Ramadhan, atau bulan puasa.  Tapi tidak dengan warung Mama Idang ini.

Warung di Jalan Aluh Idut, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan itu buka setiap saat. Bahkan dari pagi hingga malam.  Saat musim buah seperti sekarang, ataupun saat musim kemarau, dimana buah-buahan tak begitu banyak, tetap buka.

 Rujak di warung sederhana tersebut senantiasa tersedia. Lalu apa keistimewaan rujaknya selain tak mengenal musim dan selalu tersedia? Adalah buah-buahannya yang senantiasa segar, serta buah pilihan berkualitas.

Jenis buahnya, buah lokal, seperti timun, jeruk, kedondong, pisang kepok mentah, nenas, mangga ampalam dan ramania (kalau lagi musim), jambu air, pepaya, serta semangka.

Yuk Berwisata Gunung Mayang Tanbu, Tawarkan Pemandangan Perbukitan dan Laut, Oke Banget Berswafoto

Habiskan Anggaran Rp 298 Miliar, Warga Harapkan Jembatan Tumbangsamba Katingan Cepat Difungsikan

Lempeng Banjar Dilombakan, Begini Kreasi Baru UMKM Kuliner, Ada Lempeng Klasik sampai Lempeng Durian

VIRAL Video PNS Kepergok Mesum dalam Mobil, Karena Malu Tancap Gas Tabrak Satpam Solo Paragon Mall

 “Buahnya saya beli dari pedagang khusus langganan, di pasar subuh,”kata Mama Idang kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (19/1/2020). Menurut Mama Idang, selama bertahun-tahun berjualan rujak, dia selalu menyajikan kualitas buah terbaik dan masih segar. Selain buah pilihan, cara menyajikannya pun diperhatikan. Agar buahnya tetap segar, dia tak mengupasnya terlebih dahulu. “Kalau pengujung warung pesan, baru dikupas, sehingga rasanya tak mengecewakan,”ungkap Mama Idang.

 Cara menyajikan segar-segar tadi juga berlaku untuk bumbu rujaknya, yang  dari gula aren asli. Ditambah komposisi bahan kacang goreng dan garam. “Alhamdulilah, tiap hari selalu ramai pembeli.

Ada yang makan di warung, banyak pula membungkus dibawa pulang,”ungkap Mama Idang. Dijelaskan, buah yang disajikan, merupakan buah lokal musiman. Saat musim kemarau, biasanya jenis buahnya kurang banyak. Karena itu, hanya mengandalkan buah sepanjang tahun, yaitu timun, nenas, pisang mentah, kedondong,pepaya, semangka dan bengkoang.   

 Selain rujak, Mama Idang juga menyajikan  bubur kacang ijo, aneka kue tradisional seperti gaguduh tiwadak jika buahnya senang musim, pisang goreng, sukun goreng, lapat, ontuk, tahu dan tempe goreng serta bingka dan aneka camilan.

Rujak segar yang menggugah selera.
Rujak segar yang menggugah selera. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Tersedia juga mie instan, kopi dan teh, bagi yang suka nongkrong lama-lama di warung tersebut. Menurut mama Idang, warungnya tak hanya ramai di kunjungi siang hari.

 BIasanya, tiap malam, selepas waktu salat isya pengujungnya makin bertambah. Tak hanya dari kalangan masyarakat biasa. Tapi juga dari kalangan PNS, karyawan swasta, pejabat perusahaan swasta, hingga sejumlah pejabat pemerintahan.

Hasil Autopsi Lina, Mantan Istri Sule Disinggung, Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Ibu Rizky Febian

NEWS VIDEO: Wisata Kuliner Mawarung Baimbai, Cicipi Kuliner Sambil Berpetualang Mengenal Sejarah

30 Contoh Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2020, Kata-kata Mutiara Sambut Tahun Baru China 2571

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved