Berita Jakarta

Sudah 44 Orang Indonesia Jadi Korban Kelompok Bersenjata Abu Sayyaf di Filipina

Kebahagiaan masyarakat Indonesia karena Muhammad Farhan (27) berhasil dibebaskan dari penculiknya di Filipina Selatan

Sudah 44 Orang Indonesia Jadi Korban Kelompok Bersenjata Abu Sayyaf di Filipina
AFP PHOTO
Kjartan Sekkingstad (tengah/bercambang) bersama tiga warga Indonesia yang disandera Abu Sayyaf, saat hendak diserahterimakan kepada perwakilan pemerintah Filipina di kota Indanan, Pulau Jolo, Filipina. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kebahagiaan masyarakat Indonesia karena Muhammad Farhan (27) berhasil dibebaskan dari penculiknya di Filipina Selatan tak berlangsung lama. Farhan diselamatkan militer Filipina dari cengkeraman kelompok Abu Sayyaf di Baranggay Bato Bato, Indanan Sulu, pada Kamis (15/1) sekitar pukul 18.45 waktu setempat.

Namun sehari kemudian, tepatnya Kamis (16/1) sekira pukul 20.00 waktu setempat, lima warga negara Indonesia (WNI) diculik kelompok bersenjata dari Filipina.

Saat ini pemerintah Indonesia mencari tahu siapa pelakunya. Demikian pula aparat keamanan Malaysia mengingat lima WNI tersebut merupakan awak kapal nelayan Malaysia.

Ini menambah panjang daftar WNI yang diculik kelompok bersenjata Filipina di perairan Sabah Malaysia sejak tahun 2000 yakni 44 orang. Satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Si Mungkal Jadi Juara Kontes Durian Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Desa Kiram

VIRAL Video PNS Kepergok Mesum dalam Mobil, Karena Malu Tancap Gas Tabrak Satpam Solo Paragon Mall

VIRAL, Pembeli Marah-marah saat Bayar Rp 800 Ribu Setelah Makan 2 Ekor Ayam, Pemilik RM Berjanji Ini

Jadwal Liverpool Vs Man United Liga Inggris Malam Ini - Setan Merah Dibayangi Kejayaan Masa Lalu

Berdasarkan keterangan Konsul RI di Tawau Malaysia, Sulistijo Djati Ismoyo, penculikan puluhan WNI tersebut berasal dari 30 kasus. Sebagian besar diculik saat melakukan aktivitas di laut di sekitar Pantai Timur Sabah. Total ada 98 orang yang diculik termasuk dari negara lain.

Oleh karena itu, Konsul RI di Tawau meminta WNI yang masih mau bekerja di Sabah khususnya yang beraktivitas di laut perlu menjaga keselamatannya dengan memasang Sistem Pemantauan Automatik (AIS) pada kapal masing-masing.

Tak hanya nelayan yang diculik kelompok bersenjata Filipina. Beberapa tahun lalu sejumlah warga Kalimantan Selatan juga menjadi korban penculikan saat melakukan pengiriman batu bara. (cnbc/ant)

Banjarmasin Post edisi Minggu (19/1/2020).
Banjarmasin Post edisi Minggu (19/1/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved