Berita HST

Sekolah Dasar Filial Haruyan Dayak HST Jadi SDN, Meski di Daerah Terpencil Tetap Ada Asramanya

Belum meratanya pendidikan tak hanya terjadi di Kabupaten Balangan. Sejumlah daerah terpencil di K

Sekolah Dasar Filial Haruyan Dayak HST Jadi SDN, Meski di Daerah Terpencil Tetap Ada Asramanya
PEMKAB HST UNTUK BPOST GROUP
Peresmian SD di Haruyan Dayak, Selasa (14/1/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Belum meratanya pendidikan tak hanya terjadi di Kabupaten Balangan. Sejumlah daerah terpencil di Kabupaten Hulu Sungai Tengah juga belum memiliki fasilitas pendidikan.

Di antaranya Desa Mangga Jaya Kecamatan Batang Alai Timur, Hulu Sungai Tengah (HST). Desa ini belum memiliki sekolah dasar. SD terdekat ada di Desa Aing Bantai.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan HST, Chairiah, mengatakan pendidikan di daerah terpencil bisa dilakukan dengan mendirikan SD kecil atau filial. Ini seperti yang dilakukan di Desa Mindai Kecamatan Batang Alai Timur dan Desa Papagaran Kecamatan Hantakan.

Untuk pemerataan pendidikan, Chairiah mengatakan HST baru saja mendapat bantuan pembangunan SDN dari Kemendikbud. SDN 4 Haruyan Dayak Kecamatan Hantakan diresmikan pada 14 Januari 2020.

Sebelumnya sekolah ini berstatus filial. Sekolah ini berafiliasi dengan SDN 3 Haruyan Dayak di Kundan yang berjarak sekitar tujuh kilometer.

Banyak Santrinya dari Kalangan Dewasa, Ustadz Nasir Ciptakan Cara Baru Hafalkan Al-Quran

VIRAL Video PNS Kepergok Mesum dalam Mobil, Karena Malu Tancap Gas Tabrak Satpam Solo Paragon Mall

Video Detik-detik Kecelakaan Maut Ciater Subang, 8 Penumpang Bus Tewas

SDN 4 Haruyan Dayak dibangun di lahan hibah seluas 3 ribu meter persegi. Sekolah ini memiliki enam kelas. Sementara ini yang terisi hanya kelas 1 dan kelas 2. Totalnya di sekolah ini ada 31 siswa dengan rincian kelas 1 sebanyak 18 siswa dan kelas 2 ada 13 siswa.

Tak hanya ruang kelas, sekolah ini juga dilengkapi dengan rumah dinas guru, lapangan upacara, lapangan olahraga, serta pagar sekolah.

Di Kabupaten Tanahbumbu, pemenuhan pendidikan anak-anak daerah terpencil juga masih menjadi persoalan. Daerah ini memiliki 10 kecamatan dengan 144 desa dan 5 kelurahan. Beberapa desa di antaranya tergolong terpencil seperti di Kecamatan Hulu dan Mentewe. Minimnya akses berdampak pada pemenuhan fasilitas pendidikan. Belum lagi persoalan keterbatasan tenaga pendidik di pemerintah kabupaten.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanahbumbu Ir Sartono mengatakan sebagian daerah terpencil sudah tersentuh pendidikan kelas filial (kelas jauh). Itu pun dilakukan pihak swasta.

Banjarmasin Post edisi Minggu (19/1/2020).
Banjarmasin Post edisi Minggu (19/1/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Banyak dari murid sekolah tersebut tinggal jauh dari sekolah. Untuk itu Disdik berniat membangun asrama di dekat sekolah di daerah terpencil.

Sartono mengatakan dinasnya sudah membangun asrama di Desa Teluk Kepayang Kecamatan Kusan Hulu pada 2019. “Jika ini berhasil daerah-daerah lain yang terpencil juga kami bangun (asrama). Seperti di daerah Mentewe misalnya,” ungkap.

Menyinggung soal masih kurangnya guru di wilayah terpencil, Sartoni tidak menepis. Untuk mengoptimalkan guru honorer yang ada, Disdik akan memberikan honor tambahan.

“Honor guru kan tidak seberapa. Maka dari iti diberi honor tambahan sekitar Rp 1,4 juta perbulan,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/wie/sah)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved