Berita Banjarmasin

Listrik Padam Sebagian Wilayah Kalselteng, Borneo Law Firm Tuntut PLN Beri Kompensasi Ganti Kerugian

Padamnya listrik sebagian wilayah di Kalselteng pada Minggu (19/1/2020) dan Senin (20/20/2020) membuat pihak bantuan hukum Borneo Law Firm angkat bica

Listrik Padam Sebagian Wilayah Kalselteng, Borneo Law Firm Tuntut PLN Beri Kompensasi Ganti Kerugian
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fajeri Haika
Presiden Direktur Borneo Law Firm Muhamad Pazri SH MH. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Padamnya listrik sebagian wilayah di Kalselteng pada Minggu (19/1/2020) dan Senin (20/20/2020) membuat pihak bantuan hukum Borneo Law Firm
angkat bicara.

Melalui rilis yang dikirim, Senin (20/20/2020) siang, Presiden Direktur Borneo Law Firm Muhamad Pazri,SH,MH mengatakan Info beredar alasan PLN terjadi gangguan jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) di jalur antara Gardu Induk (GI) Rantau dan GI Barikin. Indikasi awal gangguan disebabkan oleh sambaran petir pada jalur transmisi SUTT 150 kV tersebut.

Dimana Gangguan tersebut menyebabkan padamnya suplai listrik di beberapa wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Adapun beberapa Gardu Induk yang terhenti suplai listriknya adalah sebagai berikut : GI Bandara Banjarbaru, GI Cempaka, GI Mantuil, GI Satui, GI Batulicin, GI Sampit, GI Bagendang, dan GI Pangkalan Bun.Suplai listrik pada pelanggan yang berada di sekitar GI tersebut untuk sementara terhenti.

Nasib Pinkan Mambo, Rekan Duet Maia Estianty Sebelum Mulan Jameela di Duo Ratu, Begini Kondisinya

Kasus MeMiles Bakal Menjaring 15 Artis Ibu Kota, Setelah Pinkan Mambo Polisi Panggil Siti Badriah

Hal tersebut sangat tidak berdasar, alasan PLN dari dahulu sampai dengan sekarang selalu terulang menjadi alasan klasik, inilah dugaan PLN tidak profesional.

Borneo Law Firm menilai dengan adanya kasus mati listrik serentak se-Kalselteng, PLN harus memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami masyarakat.

PLN dan Pemerintah Pusat mharus adil, contoh pada sekitar Agustus 2019 lalu, pemadaman listrik serentak di sebagian wilayah pulau Jawa, utamanya di Jabodetabek lalu mereka di konpensasi sampai triliunan rupiah, bagaimana dengan PLN Kalselteng saat ini?

Padam listrik ini sangat merugikan konsumen dan masyarakat yang sehari-hari sangat mengandalkan pasokan listrik untuk melakukan aktivitas, terlebihnya dimatikan pada saat pagi hari, malam dan waktu-waktu yang sangat dibutuhkan masyarakat.

PLN harus tegakkan Undang-Undang, saat ini aturan baru mengenai besaran kompensasi PLN tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 18 Tahun 2019 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Beleid tersebut mengubah aturan sebelumnya yakni Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017.

Halaman
123
Penulis: Irfani Rahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved