Berita Kalteng

Raih Juara di Provinsi, Pampakin dan Mantuala HST Harus Lolos di Tingkat Kabupaten, Ini Kriterianya

Buah asal Kabupaten HST kembali menjuarai kontes durian tingkat provinsi Kalsel yang berlangsung di Kiram Park

Raih Juara di Provinsi, Pampakin dan Mantuala HST Harus Lolos di Tingkat Kabupaten, Ini Kriterianya
istimewa/dinas kominfo hst
Inilah Pampakin Meratus yang mendapatkan gelar juara di kontes durian tingkat provinsi Kalsel di Kiram Park 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Buah asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali menjuarai kontes durian tingkat provinsi Kalsel yang berlangsung di Kiram Park Kecamatan Karangintan Kabupaten Banjar.

Pampakin Meratus mendapat gelar juara pertama dan Mantuala Kuning Layuh menyabet gelar juara dua. Keduanya menjadi pemenang dalam kontes durian kategori aneka durian.

Pempakin Meratus yang mendapat gelar juara merupakan buah dari pohon pempakin yang sudah berusia 15 tahun. Pohon pempakin ini, ditanam oleh Syahrudi asal Pancur Bungur Desa Tilahan Kecamatan Hantakan.

Sementara itu, Mantuala Kuning Layuh merupakan tanaman Radiansyah dari Desa Layuh Kecamatan Batu Benawa.

Saat Hujan, Dua Rumah Ludes Terbakar di Banua Kupang Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalsel

Sistem Kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Pulih 100 Persen

Irwansyah & Zaskia Sungkar Punya Anak Kembar Memungkinkan Terjadi, Adik Shireen Sungkar Minta Doa

Video Aurel Hermansyah Cium Tangan Atta Halilintar, Putri Sambung Ashanty Malah Menangis

Tahun lalu, HST juga menjuarai lomba buah durian. Tak tanggung-tanggung, pada 2019 lalu, HST berhasil menyabet tiga penghargaan.

Buah durian mantuala milik Andi Asi Munif asal Desa Batu Hayam, Kecamatan Hantakan, terpilih sebagai juara pertama kontes durian dan buah eksotik pada 2019 lalu.

Selain itu, HST berhasil pula meraih juara favorit tiga untuk jenis durian murni atas nama pemilik Ardi warga Desa Sei Rangas Kecamatan Labuan Amas Selatan dan juara dua Mantuala Layuh milik Yunus kategori durian lainnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten HST, Misradi, membeberkan buah yang sudah juara tidak boleh diikut sertakan dalam lomba.

Dibeberkannya, kontes durian ini merupakan kontes durian atas nama Pemkab HST.

Rupanya mencari buah unggul dalam lomba raja buah ini, cukup sulit. Menurutnya, pihaknya memiliki standar untuk memilih buah yang akan diikutsertakan dalam lomba.

Mulai dari rasa, kematangan, ketebalan dan bebas hama penyakit.

Pernikahan Gading Marten & Juria Hartmans Disinggung, Mantan Gisella Anastasia Tegaskan Hal Ini

Harta Warisan Mantan Istri Sule Lina Diserahkan Teddy, Dokumen Ini Diberikan ke Adik Rizky Febian

MCM Kalah dari Walhi, Dinas Penanaman Modal Pastikan Investasi Kalsel Tidak Terimbas

"Jadi buah ini yang kami cari terlebih dahulu. Berdasarkan info dari masyarakat kemudian dicoba dan ditetapkan untuk mengikuti lomba," katanya.

Begitu pun jika tahun depan diadakan kembali kontes buah durian. Pihaknya harus mencari buah baru untuk dilombakan.

"Yang pasti rasa dan bebas dari hama penyakit. Buahnya harus bebas dari hama. Artinya yang dilombakan harus buah berkualitas," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved