Berita Bisnis

Saat Musim Penghujan, Hasil Panen Kebun Hidroponik Meningkat Capai 40 Persen

Saat Musim Penghujan, Hasil Panen Kebun Hidroponik Meningkat Capai 40 Persen

Saat Musim Penghujan, Hasil Panen Kebun Hidroponik Meningkat Capai 40 Persen
asriansyah untuk banjarmasinpost.co.id
Hidroponik di kebun asri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bisnis hidroponik sangat ditunjang dengan cuaca dan iklim saat ini memasuki musim penghujan. Produksi panen pun kian bertambah dibanding musim kemarau.

Seperti dijalankan pengusaha hidroponik asal Banjarbaru, Asriansyah. Ia mengatakan musim hujan ialah musim yang baik untuk bertanam hidroponik karena sayur tertentu cocok di daerah beriklim dingin.

"Kebun kami fokus pada selada jadi sangat cocok di musim hujan ini. Karena memberikan suhu yang lebih sejuk sehingga tanaman tumbuh lebih baik. Hasil panen pun bisa bertambah 30-40 persen lebih banyak bobotnya jika dibandingkan di musim kemarau," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (20/1/2020).

Pihaknya saat ini hanya membudidayakan dan menjual selada karena memiliki pangsa pasar yang menjanjikan. Diakuinya permintaan di masyarakat dan pengusaha kuliner langganan cukup tinggi.

Pengunjung Pasar Agrobisnis Modern Barabai Kalsel Minta Paving Bloch Pecah Supaya Diganti

Raih Juara di Provinsi, Pampakin dan Mantuala HST Harus Lolos di Tingkat Kabupaten, Ini Kriterianya

Korban Kebakaran di Labuan Amas Utara HST Dapatkan Santunan, Ini Besarannya

BPBD Kalsel Dirikan Tenda Posko untuk Tingkatkan Respons Bila Terjadi Bencana Banjir dan Longsor

Kapasitas kebun Asrianyah kurang lebih menghasilkan 120-150kg untuk satu siklus panen. Proses pembenihan hingga panen selada memakan waktu hingga 7-8 minggu. Perawatannya seperti tanaman pada umumnya namun disertai pupuk khusus hidroponik.

"Sebenarnya tidak ada perubahan harga antara musim panas maupun musim hujan. Namun untuk awal tahun ini kami terpaksa menaikkan harga karena biaya produksi yang juga naik seperti benih dan nutrisi hidroponik. Benih yang yang dipakai bukan benih lokal. Kami menggunakan benih impor yang lebih tahan terhadap suhu di dataran rendah seperti Banjarbaru, harga naik dari kisaran Rp 35.000 menjadi Rp 40.000 per kg," ungkapnya.

Selain berbisnis hidroponik, dia turut mengadakan pelatihan hidroponik secara rutin bagi masyarakat umum yang tertarik berhidroponik.

Dipaparkannya, peserta pelatihan sudah meliputi daerah luar Kalsel, yakni Palangkaraya dan Paser. Selebihnya berasal dari Banjarmasin, Banjarbaru, Barabai, Tapin, Kandangan, Pelaihari, Kotabaru, dan banyak lagi.

Namun setiap pelatihan kuota dilakukan terbatas sehingga yang tidak kebagian slot bisa tunggu pelatihan angkatan berikutnya. Pelatihan dilaksanakan satu hari full tatap muka, yang setiap pesertanya mendapatkan paket starter kit hidroponik.

"Dalam pelatihan kami mengajak peserta melaksanakan berbagai macam kegiatan praktek langsung. Selanjutnya adalah monitoring hasil tanaman mereka lewat whatsapp group," pungkasnya.

Halaman
12
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved