Berita Tapin

Bripka IAD Divonis 10 Tahun Denda Rp 100 Juta di PN Rantau Kalsel karena Kasus Penodaan

Oknum polisi, Bripka IAD, terdakwa kasus asusila, divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Rantau, Kabupaten Tapin, Kalsel

Bripka IAD Divonis 10 Tahun Denda Rp 100 Juta di PN Rantau Kalsel karena Kasus Penodaan
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID
Sidang putusan kasus asusila Bripka IAD di Pengadilan Negeri Rantau, Kabupaten Tapin, Kalsel, Selasa (21/1/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Oknum polisi, Bripka IAD, terdakwa kasus asusila, divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Rantau, Kabupaten Tapin, Kalsel, Selasa (21/1/2020).

Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Rantau, Erven Langgeng Kaseh, memutus penjara 10 tahun dan membayar denda Rp 100 juta subsider kurungan selama tiga bulan.

Putusan itu dibacakan berdasarkan musyawarah majelis hakim, hakim ketua Erven Langgeng Kaseh serta hakim anggota Indra dan Dian.

Usai putusan dibacakan, jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tapin, Pongky, dan penasihat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Forum Konsultasi Publik 2021, Ini Empat Prioritas Pembangunan di Kabupaten Banjar

DBD Mulai Serang Warga Banjarbaru, 4 Orang Positif Terjangkit

Bupati HSS Kalsel Berharap Desa Sungai Asam Meraih Prestasi di Tingkat Nasional

Video Sidang Kasus Korupsi di KNPI Tala, Mantan Ketua KNPI Tala dan Bendahara Bersaksi

VIRAL di Medsos, Cuma Guru Geografi, Pria Ini Berani Nikahi Artis Terkenal, Ini Ucapan Haru Si Artis

Sebelumnya, Humas Kejaksaan Negeri Tapin, Alfano Arif Hartoko, mengatakan, surat tuntutan terhadap terdakwa IAD adalah penjara 15 tahun dan denda Rp 100 juta subsider kurungan enam bulan.

Dalam fakta persidangan, terungkap, terdakwa melakukan perbuatan asuslisa terhadap korbannya di Kota Banjarmasin.

Itu terjadi, saat korban yang masih pelajar, sedang mengikuti Pekan Olahraga Pelajar daerah (Popda) tingkat Kalsel pada 2016.

Kemudian, terulang lagi di Kabupaten Tapin di tiga kamar hotel yang selalu dipesan terdakwa jika ingin bertemu korban.

Pada akhirnya, semua itu terungkap pada Juli 2019. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved