Berita Batola

DKPP Batola Mencari Terobosan Mengurangi Dampak Kerugian Kematian Ikan Massal dengan Pengolahan ini

Kematian 2,5 juta bibit ikan milik petani ikan di jala apung sepanjang Sungai Barito, Marabahan, Batola, terus membuat Dinas Ketahanan Pangan

DKPP Batola Mencari Terobosan Mengurangi Dampak Kerugian Kematian Ikan Massal dengan Pengolahan ini
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Petani ikan nila menggunakan jala apung di Sungai Barito, Marabahan, Batola, memandangi ikan-ikannya yang mati, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kematian 2,5 juta bibit ikan milik petani ikan di jala apung sepanjang Sungai Barito, Marabahan, Batola, terus membuat Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Batola mencari terobosan.

“Memang ikan yang mati bisa digunakan sebagai bahan pengolahan pakan ikan,” kata Syaiful Asgar, Kabid Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Batola, Senin (20/1/20).

Menurut Syaiful, beberapa hari lalu DKPP Batola menggelar pertemuan dengan kelompok karamba dan sudah disampaikan soal pembuatan pakan ikan dari ikan yang mati.

Dalam waktu dekat ini insya Allah DKPP Batola menggelar pelatihan untuk pembuatan pakan ikan.

“Saat ini kondisi Sungai Barito belum stabil dan bibit-bibit ikan terus mati,” katanya.

27 Contoh Ucapan Selamat Imlek 2020 atau Tahun Baru Cina 2571, Cocok Untuk Update Status Sosmed

Hasil Autopsi Lina Ditanyakan ke Rizky Febian, Putra Sulung Sule Beri Reaksi Tak Terduga

LINK Pengumuman Jadwal SKD CPNS dan Lokasi Tes SKD Hari Ini di Instansi, Cek Juga sscn.bkn.go.id

Ditambahkannya, DKPP Batola memperkirakan ikan nila yang mati berjumlah 2.580.000 ekor.

Sebagian besar merupakan benih ikan berumur dua bulan.
Estimasi tersebut diperoleh dari rata-rata 10.000 bibit yang disemai dalam 258 keramba.

Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Batola, Alfiansyah memastikan hasil uji sampel air di lima lokasi sepanjang Sungai Barito akan diketahui Selasa (21/1).

“Iya mudah-mudahan Selasa (21/1), diketahui hasil uji laboratorium tersebut. Tentu untuk ekspose dari hasil uji sampel itu menunggu arahan dari Kadis LH,” katanya.

Menurut Alfian, pada Kamis (9/1) lalu, petugas Dinas LH telah mengambil sampel di lima titik.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved