BPost Cetak

Proyek Serasi Picu Masalah Tapal Batas, Kades Sempat Hentikan Alat Berat

Sejumlah pemilik lahan di lingkungan RT 12 RW 04 Desa Keladan, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, gelisah

Proyek Serasi Picu Masalah Tapal Batas, Kades Sempat Hentikan Alat Berat
BPost Cetak
BPost Edisi Selasa (21/1/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sejumlah pemilik lahan di lingkungan RT 12 RW 04 Desa Keladan, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, gelisah. Kegelisahan itu karena lahan pertanian mereka terkena proyek saluran pertanian padi, diduga realisasi program Selamatkan Rawa Sejahtera Petani (Serasi) Kementerian Pertanian (Kementan).

Proyek pembuatan saluran pengairan itu menurut mereka merambah lahan warga Desa Keladan, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin.

Tokoh masyarakat di Desa Keladan, H Ardiansyah mengatakan lahan yang terdampak proyek penggalian saluran irigasi itu dikeluhkan karena memotong lahan warganya di bagian tengah dan tanpa pemberitahuan.

“Pemilik lahan yang terkena proyek saluran pengairan program pertanian itu, mereka gelisah dan mengeluh kepada kepala desa Keladan sesuai domisili letak posisi lahannya di wilayah Kecamatan Candi Laras Utara,” katanya.

Hari Ini Sidang Gugatan Ngudiyo Kembali Digelar, Begini Harapan Pihak Keluarga

Ditangkap Cabuli 11 Pelajar, Ketua Komunitas Gay Tulungagung Rayu Korbannya di Kedai Kopi

Hasil Autopsi Lina Ditanyakan ke Rizky Febian, Putra Sulung Sule Beri Reaksi Tak Terduga

Viral di Medsos, Bocah Penjual Parfum Ini Tertidur di Trotoar, Bila Tak Laku Bakal Disiksa Ayahnya

Informasi dihimpun reporter BPost, lahan yang terdampak proyek saluran pengairan pertanian itu bukan hanya warga Desa Keladan. Akan tetapi, lahan yang terdampak juga pemiliknya berasal dari Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Batola karena peralihan hak jual beli dan warisan orangtua mereka.

Kepala Desa Keladan, Saleh ketika dikonfirmasi, Minggu (19/1) membenarkan pengaduan warganya dan pemilik lahan di kantor Pemerintah Desa Keladan.

“Saya sempat menahan alat berat yang membuat saluran pertanian itu untuk berhenti. Lebarnya sekitar dua meter dengan panjang diperkirakan mencapai belasan kilometer,” katanya.

Namun, aktivitas penggalian itu hanya setop sementara saat ditegur kepala desa Keladan. Begitu, Kepala desa balik ke Kantor Desa Keladan, alat berat itu kembali menggali parit hingga kini.

Saleh menduga, kegiatan proyek penggalian saluran pertanian di wilayah Desa Keladan itu diduga dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Batola.

Itu karena Saleh mengaku mempertanyakan kegiatan penggalian parit saluran pertanian itu ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tapin.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved