B Focus Economic

Tergiur Arisan Online dengan Keuntungan Berlipat, Perempuan ini Malah Kehilangan Rp 20 Juta

Skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh

Tergiur Arisan Online dengan Keuntungan Berlipat, Perempuan ini Malah Kehilangan Rp 20 Juta
bpost/dok
ilustrasi investasi bodong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - SEJUMLAH kasus investasi bodong pernah terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ada yang berkedok money games dengan skema ponzi ada pula arisan online.

Skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini.

Skema Ponzi biasanya membujuk investor baru dengan menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan investasi lain, dalam jangka pendek dengan tingkat pengembalian yang terlalu tinggi atau luar biasa konsisten.

Hasil Autopsi Lina Ditanyakan ke Rizky Febian, Putra Sulung Sule Beri Reaksi Tak Terduga

Tergolek Lemah Idap Penyakit Berbahaya Ini, Warga Miskin Banjar Ini Justru Tak Punya KIS

Akhirnya Uus Buka Suara Soal Aib Andhika Pratama Dibongkar Nikita Mirzani, Suami Ussy Disebut Begini

SKD CPNS 5 Daerah Ini Gabung di Pemprov, Jangan Lupa, Kamis Pengambilan Terakhir Kartu Tes

Kelangsungan dari pengembalian yang tinggi tersebut membutuhkan aliran yang terus meningkat dari uang yang didapat dari investor baru untuk menjaga skema ini terus berjalan.

Salah satu korban investasi ini sebut saja Mawar, pernah kehilangan sekitar Rp 20 juta uang pribadinya karena mencoba peruntungan berinvestasi dengan skema ponzi.

"Saya pernah dijanjikan keuntungan berlipat dari investasi tersebut. Saya mentransfer sejumlah uang untuk mengikuti arisan online kepada si pelaku setiap bulannya hingga mencapai puluhan juta, maaf saya tidak bisa beberkan jelas nominalnya" jelasnya.

Dia mengaku tidak mengenal pelaku yang bertindak sebagai bandar arisan.

Arisan diikuti atas ajakan dari teman Mawar.

Menggunakan sistem urut, awalnya arisan ini berjalan normal dan setiap bulan anggota mendapatkan haknya sesuai nomor urut.

Namun memasuki bulan ke-21, dikatakan Mawar mulai terjadi kekacauan.

Pemenang di urutan ke tujuh tidak dibayar, sehingga hal ini memantik kekacauan dari para anggota lain yang berjumlah total 50 orang.

"Setelah ada indikasi kecurangan itu, kami semua anggota melaporkan kecurangan itu kepada pihak yang berwajib dan pelaku diganjar hukuman 3 tahun 4 bulan," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved