Berita Kalteng

Utami Bingung Bunga Pinjamannya Tiba-tiba Membengkak, OJK Blokir 1.500 Finetch Ilegal

Kebutuhan uang yang mendesak membuat warga mencari sejumlah peluang pinjaman ke berbagai tempat salah satunya melalui jalur Fintech yang banyak

Utami Bingung Bunga Pinjamannya Tiba-tiba Membengkak, OJK Blokir 1.500 Finetch Ilegal
tribunkalteng.co/fathurahman
Tirta Segara, Anggota Dewan Komisioner OJK Pusat, membidangi masalah edukasi dan pengawasan konsumen (EPK), saat menghadiri sertijab Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kebutuhan uang yang mendesak membuat warga mencari sejumlah peluang pinjaman ke berbagai tempat salah satunya melalui jalur Fintech yang banyak terdapat di internet.

Sayangnya, pinjaman uang melalui internet tersebut teryata banyak yang ilegal sehingga menjerat nasabahnya.

Utami merupakan salah satu korban penipuan melalui aplikasi pinjam meminjam uang tersebut, mengaku jera karena bunga tinggi.

Pinjam uang melalui internet banyak yang bodong atau ilegal sehingga sangat rentan aksi penipuan.

"Bunganya besar saya sempat terjerat mencapai puluhan juta, saat dikonfirmasi ke OJK ternyata fintech bodong," ujarnya, Selasa (21/1/2020).

Harta Gono Gini Angel Lelga Dituntut Vicky Prasetyo, Ada Tangis sang Ibu di Depan Uya Kuya

Hasil Autopsi Lina Ditanyakan ke Rizky Febian, Putra Sulung Sule Beri Reaksi Tak Terduga

Daftar Harga Tiket Konser Ayu Ting Ting Beredar, Benarkah Show Sohib Ruben Onsu Itu Sepi Peminat?

Tergolek Lemah Idap Penyakit Berbahaya Ini, Warga Miskin Banjar Ini Justru Tak Punya KIS

Pengakuan sejumlah warga Palangkaraya, mereka berani pinjam uang tersebut, karena perlu dana sebagai modal usaha.

Namun, setelah banyak yang mengeluhkan fintech ilegal yang menawarkan pinjaman melalui interneatau tawaran investasi yang ternyata bodong, warga ekstra hati-hati.

"Saya tidak mau pinjam atau menanamkan investasi yang tidak jelas di internet, karena banyak keluhan dari nasabahnya, ternyata kebanyakan adalah aksi penipuan," ujar Jali, warga Palangkaraya yang pernah kena tipu pinjaman semacam itu.

Sementara itu, Tirta Segara, Anggota Dewan Komisioner OJK Pusat, membidangi masalah edukasi dan pengawasan konsumen (EPK) saat menghadiri sertijab Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng, meminta masyarakat berhati-hati untuk pinjam uang melalui fintech maupun investasi yang menawarkan keuntungan tidak rasional.

Saat ini, pihaknya sedang gencar-gencarnya memberantas fintech ilegal dan investasi bodong yang menipu masyarakat.

"Dalam tahun 2019 ini saja kami memblokir Fintech sebanyak 1.500, dalam sebulannya ditutup lebih dari 100 fintech," ujarnya di Palangkaraya.

banjarmasinpost.co/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved