Ekonomi dan Bisnis

Video Pasokan Cabai di Pasar Sentra Antasari Didominasi Cabai Lokal Banua, Dampak Curah Hujan Tinggi

Pasokan cabai terbilang aman namun tidak banyak, karena didominasi cabai lokal yang dipasok dari Barabai dan Pelaihari.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Memasuki musim penghujan di awal tahun, tampaknya berimbas pada kuantitas cabai yang diproduksi. Hal ini disebabkan cabai terlalu sulit untuk dirawat selama musim hujan.

Ancaman datang dari serangan hama yang meledak hingga berbagai macam penyakit oleh jamur dan bakteri yang merajalela selama musim hujan.

Karena itu, banyak petani yang beralih untuk menanam tanaman lain sehingga persediaan cabai di pasaran berkurang drastis. Hal ini berpengaruh pada naiknya harga cabai.

Diungkapkan Pedagang cabai Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Masriyah, berlangsungnya musim hujan memang mempengaruhi pasokan cabai di lapaknya.

"Pasokan terbilang aman namun tidak banyak, karena didominasi cabai lokal yang dipasok dari Barabai dan Pelaihari. Sedangkan pasokan cabai dari luar seperti Pulau Jawa cenderung sangat sedikit," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (21/1/2020).

Video Jelang Pelaksanaan Tes CPNS di HSS, BKD Siapkan Ruang Tes Berpendingin dan Jaringan Komputer

Petugas Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Satpol PP HST Kalsel Amankan 10 Baskom Anakan Ikan

Keributan Teddy & Keluarga Lina, Saat Warisan Mantan Istri Sule DIserahkan ke Adik Rizky Febian

VIRAL di Medsos, Cuma Guru Geografi, Pria Ini Berani Nikahi Artis Terkenal, Ini Ucapan Haru Si Artis

Di lapak dagangannya tampak tersedia berbagai jenis cabai. Cabai jenis tiung dibanderol Rp 60.000, jenis taji dipatok Rp 50.000. Sedangkan cabai rawit dihargai lebih murah Rp 40.000 per kg.

Cabai rawit dipatok lebih murah karena menurutnya saat ini stok cabai rawit dihasilkan lebih banyak saat musim panen.

Selama awal 2020, konsumsi cabai atau daya beli customer dikatakan Masriyah belum ada lonjakan. Masih untuk konsumsi pribadi, per orang beli kira-kira 0,5-1 kg.

Sayur-mayur lainnya ada pula cabai hijau besar Rp 18.000 per kg, cabai merah besar Rp 40.000 per kg, dan kentang Rp 17.000 per kg.

Sementara itu, pedagang cabai lainnya, Aulia menuturkan, kenaikan harga cabai terjadi sejak dua pekan lalu. Sebelumnya harga anjlok mencapai Rp 20.000 per kg.

"Kemarin itu sempat anjlok karena banyak cabai dari Pulau Jawa, sekarang ini didominasi cabai lokal yang harganya memang lebih mahal dari cabai luar," kata dia.

Kenaikan harga pun berlangsung secara bertahap, mulai Rp 2.000-5.000 hingga mencapai Rp 30.000 per kg untuk tiap jenis cabai.

Tepergok Transaksi, Warga Tunas Baru Ditangkap Bawa 20,46 Gram Sabu

Anaknya Diminta Mengundurkan Diri Sekolah, Pria Ini Ngadu ke DPRD HST, Ini Penjelasan Sekolah

Bripka IAD Divonis 10 Tahun Denda Rp 100 Juta di PN Rantau Kalsel karena Kasus Penodaan

Melambungnya harga terjadi dari tingkat petani dan pemasok yang menjadi distributor ke pasar-pasar. Stok cabai rawit di lapaknya dijual seharga Rp 45.000-50.000 per kg. Sedangkan cabai jenis tiung Rp 50.000-55.000 per kg, dan taji Rp 50.000 per kg. Harga ini diakuinya termasuk mahal sebab harga normal cabai berada di kisaran Rp 30.000 per kg.

Cabai lainnya, cabai merah besar Rp 40.000 per kg dan cabai hijau besar Rp 18.000-20.000 per kg. Selain itu dijual pula tomat seharga Rp 10.000 per kg, dan labu Rp 28.000-30.000 per buah. (banjarmasinpost.co.id/mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved