Berita Kalteng

OJK Akui Ada Penyimpangan Pengadaan 29 ATM dan 2 CDM Bank Kalteng Tahun 2016

Pengadaan sebanyak 29 Mesin ATM (Automated Teller Machine) dan 2 CDM (Cash Deposit Machine) tahun 2016 oleh Bank Kalteng diduga ada penyimpangan.

OJK Akui Ada Penyimpangan Pengadaan 29 ATM dan 2 CDM Bank Kalteng Tahun 2016
BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Kepala OJK Kalteng, Otto Fittiandy, saat memberikan keterangan pers terkait dugaan penyimpangan pengadaan mesin 29 ATM dan 2 CDM di Bank Kalteng, Rabu (22/1/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pengadaan sebanyak 29 Mesin ATM (Automated Teller Machine) dan 2 CDM (Cash Deposit Machine) tahun 2016 oleh Bank Kalteng diduga ada penyimpangan.

Atas hal itu, , saat ini masih dilakukan penyidikan oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK) Pusat.

Kepala OJK Kalteng, Otto Fitriandy, saat menggelar Jumpa Pers, Rabu (22/1/2020), membenarkan pihaknya melalui OJK Pusat hingga saat ini masih melakukan penyidikan.

"Dugaan penyimpangan tersebut memang benar ada, tetapi kerugiannya belum diketahui karena masih dilakukan fit and propertes oleh badan penyidik OJK pusat. Semua dugaan penyimpangan tersebut sudah kami laporkan ke pusat dan sudah diperbaiki oleh Bank Kalteng," ujarnya.

Namun sebut dia, apakah ada tindak pidana dalam pengadaan ATM dan CDM tahun 2016 Rp12,5 miliar tersebut, hingga saat ini masih dilakukan penyidikan oleh OJK Pusat.

"Kami menunggu saja karena hasil akhirnya belum jelas,sebab sampai saat ini masih terus dilakukan penyidikan oleh lembaga terkait di OJK pusat," ujarnya. 

(Banjarmasinpost.co.di/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved