Rekrutmen Tenaga Honor Dihentikan

Pemprov Kalsel Memerlukan Rp 387 Miliar Setahun untuk Gaji 10.033 Honorer Nontenaga Kependidikan

Terpisah Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Kalsel, Gusti Burhanuddin, Selasa (21/1) mengaku masih menunggu turunan regulasi tersebut

Pemprov Kalsel Memerlukan Rp 387 Miliar Setahun untuk Gaji 10.033 Honorer Nontenaga Kependidikan
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (22/1/2020) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Terpisah Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Kalsel, Gusti Burhanuddin, Selasa (21/1) mengaku masih menunggu turunan regulasi tersebut, mengingat di Pemrov Kalsel cukup banyak tenaga honorer yang akan terdampak dengan kebijakan itu.

Sebagai gambaran, selama ini Pemprov Kalsel menggaji honorer nontenaga kependidikan sebanyak 10.033 orang.

Dengan asumsi gaji honorer Rp 2,6 juta, maka memerlukan Rp 387 miliar dalam setahun.

Selain itu ada lagi 3.000-an lebih untuk honorer guru dan tenaga kependidikan.

Melihat Sepak Terjang Animal Rescue Banjarmasin, Tidak Hanya Berani, Mereka Juga Peduli Ular

Tenaga Honorer Se-Indonesia Bakal Dipensiunkan, Hanya Pegawai Berdasarkan UU yang Dipertahankan

Giliran Cucu Soeharto Ari Sigit dan Adjie Notonegoro Diperiksa sebagai Saksi Kasus MeMiles Hari Ini

Dijelaskan dia, memang keberadaan honorer sangat diperlukan karena pemerintah mengangkat ASN masih kurang dari rasional dan ideal yang ada.

Karena kekurangan ASN di setiap SKPD maka ditutupi dengan tenaga kontrak atau honorer.

Gusti Burhanuddin menambahkan untuk PPPK penggajiannya sama dengan ASN, dimana jika pergolongan administrator maka akan sama dengan PPPK pejabat administrator.

"Cuma bedanya ketika PPPK masuk usia pensiun tidak dapat pensiunan dan pesangon. Kalau tunjangan juga sama," kata dia.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved