Berita Banjar

Operasional Tambang Kerap Terganggu Hujan, Begini Imbasnya Produksi Baramarta

saat hujan mengguyur, aktivitas penambangan praktis terganggu karena secara teknis menyulitkan operator mengoperasikan alat berat.

Operasional Tambang Kerap Terganggu Hujan, Begini Imbasnya Produksi Baramarta
istimewa/Humas PD Baramarta
TAMBANG - Operator alat berat sibuk melakukan aktivitas di stockpile batu bara di Sungaipinang, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Musim penghujan tak cuma kerap merepotkan sebagian warga oleh luapan air. Kalangan penambang pun juga kerap terkena imbasnya.

Termasuk Perusahaan Daerah (PD) Baramarta. Perusahaan 'pelat merah' milik Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), ini juga merasakan dampak negatif menyusul tibanya musim hujan saat ini.

Apalagi kadang intensitas curah hujan cukup tinggi seperti yang beberapa kali terjadi sejak rentang waktu beberapa pekan lalu.

"Itu sangat berpengaruh terhadap produksi batu bara kami," ucap Manajer Umum PD Baramarta Sudirman, Kamis (23/01/2020).

Hasil Autopsi Jenazah Lina Disinggung pada Sule, Ayah Rizky Febian & Putri Delina Beri Jawaban Ini

Makian Nikita Mirzani Berujung Petaka, Diblacklist 1 Stasiun TV Pasca Seteru Andhika Pratama-Ussy

Hamil 9 Bulan, PSK di Banjarmasin Ini Berpakaian Seksi dan Tetap Kerja Layani Pria Hidung Belang

Pelaku Penipuan Ditangkap di Banjarmasin, Liontin sebagai Barang Bukti Diamankan

Ia mengatakan saat hujan mengguyur, aktivitas penambangan praktis terganggu karena secara teknis menyulitkan operator mengoperasikan alat berat. Pasalnya area tambang juga menjadi tergenang dan badan jalan pun menjadi licin.

"Jangan hujan deras, saat hujan mulai turun saja kegiatan penambangan akan dihentikan karena berisiko," tandasnya seraya menyebutkan lokasi tambang berada di wilayah Kecamatan Sungaipinang.

Apakah hal itu yang menjadi penyebab minimnya setoran Baramarta terhadap PAD (pendapatan asli daerah) tahun ini? "Mengenai subtansi tersebut nanti akan dijelaskan oleh bagian kehumasan," ucap Sudirman.

Sudirman, manajer Umum PD Baramarta
Sudirman, manajer Umum PD Baramarta (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Sekadar diketahui, berdasar data di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banjar setoran Baramarta untuk tahun 2019 realisasinya masih minim. Kepala Bapenda Banjar HM Farid Soufian menyebutkan kontribusi yang masuk dari Baramarta sekitar Rp 500 juta.

Setoran tersebut masih cukup minim, karena target kontribusi terhadap PAD yang ditetapkan pada tahun 2019 sebesar Rp 4,4 miliar.

Persoalan tersebut juga menjadi perhatian wakil rakyat Banjar. Beberapa hari lalu, Komisi II DPRD Banjar saat rapat dengar pendapat (RPD) yang juga dihadiri manajemen Baramarta, mempertanyakan minimnya realisasi setoran ke kas daerah tersebut.

Video Penangkapan Begal Berparang di Tebing Tinggi Bungur Tapin

Dua Pemuda Tabalong Kalsel Diamankan, Diduga sebagai Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Mukena Fatimah Syahrini Kembali Dijual, Harga Barang Jualan Istri Reino Barack Itu Jadi Sorotan Lagi

Kepada wartawan, Saidan Fahmi dari Komisi II DPRD Kabupaten Banjar menuturkan saat RDP manajemen PD Baramarta berjanji akan melakukan setoran susulan pada Maret mendatang. Ancar-ancarnya sebesar Rp 1,5 Miliar.

Mengenai hal itu, Sudirman menegaskan pihaknya akan berupaya melakukan semaksimal mungkin. "Tentu kami akan terus berupaya untuk memberikan kontribusi yang memadai pada daerah," tegasnya.

Dikatakannya hingga saat ini bisnis batu bara masih lesu. Pasalnya harga jual batu bara dunia juga masih jeblok. Sementara pada sisi lain biaya produksi tak pernah turun, tapi justru cenderung selalu mengalami kenaikan. (banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved