Penghapusan Tenaga Honorer

Petugas Satpol PP Kotabaru ini Tak Tau Harus Bagaimana Bila Honorer Dihapuskan

Salah seorang tenaga honorer di Satuan Polisi Pamong Praja Kotabaru, Rizal mengaku kecewa bila benar-benar diberlakukan.

Petugas Satpol PP Kotabaru ini Tak Tau Harus Bagaimana Bila Honorer Dihapuskan
BPost Cetak
BPost edisi cetak Kamis (23/1/2020) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Salah seorang tenaga honorer di Satuan Polisi Pamong Praja Kotabaru, Rizal mengaku kecewa bila benar-benar diberlakukan.

Ditambahkan Rizal, sebagai honorer di Satpol PP, gaji diterima Rp 1,2 juta per bulan.

Ditambah uang piket (intensif), cukup untuk membiayai kebutuhan keluarga dengan dua anak.

"Walau dicukup-cukupkan aku tetap mensyukuri. Karena ada penghasilan tetap perbulan. Kalau honorer dihapuskan, tidak tahu bagaimana. Tidak ada pekerjaan lain," terangnya.

Seribu Lebih Tenaga Honorer di Pemkab Kotabaru Terancam Kehilangan Pekerjaan

Yenny Wahid Mengaku Ditodong Senjata Laras Panjang di Kepala oleh Anggota ABRI di Ring Road Trisaksi

Foto & Video Pernikahan VJ Laissti Beredar, Dulu Heboh Suapi Ariel NOAH & Pernah Pacari Baim Wong

Sementara Kabid Opstip pada Satpol PP Kotabaru Abdilah, menjelaskan saat ini untuk di Satpol PP saja, ada 56 orang honorer.

“Kalau dihapuskan mereka jadi penganguran," terangnya.

Belum lagi imbas terhadap kegiatan berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Satpol PP.

Seperti petugas penjagaan piket dan operasional lapangan seperti patroli.

"Jumlah PNS di Satpol PP sedikit. 80 persen tenaga honorer," ujar Abdilah.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved