Berita Tanahlaut

 Bus Perintis Tidak ke Kintap dan Bati-bati, Dishub Khawatir Benturan Angkutan konvensional

Jika bus perintis melintasi jalur ke Kintap atau Batibati maka akan bersaing dengan taksi konvensional maka dikhawatirkan akan terjadi benturan

 Bus Perintis Tidak ke Kintap dan Bati-bati, Dishub Khawatir Benturan Angkutan konvensional
banjarmasinpost.co.id/milnasari
Bus perintis DAMRI jurusan Jorong di terminal tanah habang Pelaihari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dilaunchingnya Bus perintis DAMRI jurusan Baru Ampar dan Jorong membuat warga Pelaihari, Rahmat senang. Pasalnya ia memiliki keluarga di Desa Jorong Kecamatan Jorong lebih mudah untuk menjenguknya.

"Bisa tidak naik motor lagi," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (24/1/2020).

Selain itu ujar Rahmat naik bus lebih adem dan lebih murah dibanding naik sepeda motor.

"Saya biasanya sama istri naik motor, nanti berarti bisa saja naik bus," ujarnya.

Sementara tanggapan berbeda diungkap Lamsi warga Kintap. Melalui media sosial kepada BPost, alangkah baiknya jika bus bisa lanjut ke Kintap sehingga bisa melayani warga Kintap yang ingin ke Pelaihari.

Terima Bansos KIP, 600 Pelajar SD di Banjarmasin Ini Wajib Masuk Sekolah Terdekat

Hari Pertama Layani Warga Jurusan Jorong, Segini Penumpang Bus Perintis Damri yang Disopiri Sutowo

Serunya Kuliner di Jukung Julak Bawah Jembatan, Bisa Gelar Acara Keluarga dan Reuni

Tubuh Berdarah, Wanita Ini Merangkak Keluar Toko dan Berteriak Minta Tolong, Ternyata Korban Rampok

"Kalau sampai ke Kintap lebih baik lagi,  karena kami paling jauh dari kota," sebutnya.

Selain itu tarif bus sebutnya juga tentu lebih murah daripada angkutan konvensional.

Kadishub Tanahlaut Gentry Yulianto mengatakan pihaknya tak bisa mengadakan bus perintis DAMRI dengan jurusan Kintap ataupun Bati-Bati karena dikhawatirkan akan berbenturan dengan angkutan konvensional yang sudah ada.

Jika bus perintis melintasi jalur taksi konvensional maka dikhawatirkan akan terjadi benturan, sehingga bus hanya beroperasi di jalur yang tidak dilintasi angkutan konvensional.

Disamping itu menyandang nama bus perintis ujarnya maka jalurnya adalah jalur yang memang benar-benar baru dibuka atau dirintis bukan jalur yang sudah biasa digunakan.

Tabiat Asli Teddy & Lina, Mantan Sule Dibongkar Ketua RW, Ibu Rizky Febian & Putri Delina Ternyata?

Ciduk Dua Orang di Banjarmasin, Polisi Temukan 124 Pil Ineks dan 16 Paket Sabu

Kejagung Sita Mobil Mewah, Sepeda, Tas Mewah & 40 Kotak Perhiasan saat Geledah Rumah Harry Prasetyo

"Kalau nanti ada bantuan dari perusahaan misalnya yang ingin memberi angkutan maka bus akan dihentikan operasionalnya di jalur itu digantikan dengan angkutan baru," jelasnya.

Selain itu dalam aturannya ujar Gentry bus perintis juga tak boleh melebih 40 persen melintasi jalan nasional sehingga trayek jurjsan Bati-Bati ataupun Kintap juga sulit diadakan karena tak ada jalur alternatif yang melintasi jalan kelas kabupaten.

"Kalau ke Kintap kan tidak ada jalan lain selain jalan nasional jadi kita tidak bisa," ungkapnya.

(banjarmasinpost.co.id/milnasari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved