Berita Kotabaru

Desa Sigam Kotabaru Krisis Air, Ardiansyah Terpaksa Berhemat, 1 Jeriken untuk Enam Orang

Sepekan hujan tak turun, Ardiansyah, warga Jalan Raya Berangas, Desa Sigam, Kecamatan Pulaulaut Sigam, Kotabaru kesulitan air bersih.

Desa Sigam Kotabaru Krisis Air, Ardiansyah Terpaksa Berhemat, 1 Jeriken untuk Enam Orang
antarafoto
ilustrasi antre air bersih

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Ardiansyah, warga Jalan Raya Berangas, RT 01, Desa Sigam, Kecamatan Pulaulaut Sigam, Kotabaru kini hanya bisa berkeluh kesah. Setelah kemarau panjang air leding sempat mengalir, namun berlangsung hanya selama sebulan.

Krisis air bersih kembali menggelayuti, karena sudah sepekan ini hujan tidak lagi mengguyur wilayah Kotabaru. Membuat tempat-tempat penampungan air atau embung/intake milik PDAM kembali kritis.

"Sudah lima hari ini tidak mengalir lagi. Sempat sekitar bulan lancar, eh mati lagi," kata Ardiansyah kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (23/1/2020).

Menurut Ardiansyah, hampir sepekan air tidak mengalir. Untuk memenuhi keperluan, ia tidak hanya harus memanggul air bersih dari sumur milik tetangga sejauh 200 meter menyisir jalan kebun dengan kondisi jalan menanjak.

Jadwal Pernikahan Sule Dibeberkan Pengacara, Petugas KUA Jelaskan Ini soal Ayah Rizky Febian

Tabiat Asli Teddy & Lina, Mantan Sule Dibongkar Ketua RW, Ibu Rizky Febian & Putri Delina Ternyata?

Tubuh Bu Guru Yuliana Terendam Banjir Hingga Dada Tetap Ngajar, Pernah Kelelep Masuk Air Basah Semua

Transaksi Esek-esek via Aplikasi Online, Kasat Shabara Polres Banjarbaru Ingatkan Ada Penipuan

Namun dengan akses jalan yang sulit, Ardiansyah pun hanya mampu memanggul air sampai dengan jeriken ukuran 25 liter.

"Enam jeriken sudah banyak, tidak sanggup lagi sudah mengangkut," terangnya kepada banjarmasinpost.co.id.

Untuk bisa mencukupi keperluan selama sehari, lanjut Ardiansyah, ia dan keluarga terpaksa harus mengirit. Satu jeriken air digunakan enam orang.

"Tidak mampu lagi sudah membeli air tandon. Selama kemarau saja membeli terus. Satu tandon Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu," ucapnya.

Sebelumnya Pelaksana Tugas Direktur PDAM Kotabaru Basuki membenarkan, pihaknya kembali memberlakukan distribusi bergiliran tidak kecuali pelanggan wilayah layanan perkotaan.

BREAKING NEWS: Api Bakar Lima Rumah di Desa Awang Besar Barabai, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Tak Hanya Menu Bakar Khas Banjar, Kuliner Bawah Jembatan Banua Anyar Juga Ada Lempeng dan Bingka

Air Mancur di Taman Edukasi Tanahbumbu Mangkrak, Sekarang Jadi Sasaran Pembuangan Sampah

Menurut Basuki pemberlakuan bergiliran dimulai dari beberapa hari lalu, karena hujan beberapa kali mengguyur Kotabaru tidak begitu berimbas terhadap ketersediaan air baku.

"Kondisi hujan belum merata. Kadang ada hujan, kemudian tiga empat hari tidak hujan. Jadi belum stabil," jelas Basuki.

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved