Berita Kabupaten Banjar

Kalangan Pedagang PPS Martapura Keluhkan Adanya Retribusi Ganda dan Jalanan Becek

Sejumlah pedagang yang menempati pertokoan di Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) di kawasan Jalan A Yani, Martapura, Kabupaten Banjar

Kalangan Pedagang PPS Martapura Keluhkan Adanya Retribusi Ganda dan Jalanan Becek
banjarmasinpost.co.id/idda royani
BEGINILAH kondisi infrastruktur di lingkungan PPS Martapura. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sejumlah pedagang yang menempati pertokoan di Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) di kawasan Jalan A Yani, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengeluhkan banyaknya pengenaan retribusi.

Pasalnya, dalam sehari kadang lebih dari satu petugas yang datang memungut dengan jenis retribusi yang sama. Selain itu nominalnya juga naik sejak awal 2020, sementara fasilitas yang diberikan tak ada perbaikan.

Contohnya tarif retribusi kebersihan yang sebelumnya Rp 1.000 kini naik menjadi Rp 2.000 per hari. "Kalau dibarengi peningkatan fasilitas sih masih mendingan. Lah ini jalanannya saja becek," ucap beberapa pedagang setempat, Jumat (24/1/2020).

Pantauan banjarmasinpost.co.id di lokasi, kondisi jalan di lingkungan PPS memang kian bergelombang. Lapisan aspalnl tak tampak lagi dan berganti bebatuan (kerikil besar) yang menyembul ke permukaan.

VIRAL Video, Gadis Belia Dibebaskan Berbuat Mesum dengan Banyak Pria, Misinya Cari Suami Idaman Hati

Enaknya Jadi TNI Gadungan, Bisa Tiduri 16 Istri Orang, Gasak 17 Motor & Uang Miliaran, Hukumannya?

Aksi Pria Masturbasi di Atas Motor di Bawah JPO Ahmad Yani Bekasi Sudah Tahunan, Jam 10.00 Selasai

Di beberapa tempat juga mulai berhias lubang-lubang. Apalagi saat ini penghujan sehingga lubang berkubang air sehingga jalanan sekitar menjadi becek.

Saluran drainase pun banyak yang tersumbat. Di beberapa lokasi genangan air di saluran nyaris penuh dan bahkan saat hujan deras meluap ke badan jalan.

Persoalan lain yang mengganjal di kalangan pedagang PPS yakni pemungutan retribusi yang terkesan tumpang tindih. “Coba bayangkan, sehari kami menerima dua lembar karcis iuran kebersihan yang kini naik menjadi Rp 2.000," sebut Agung, kemarin.

Lalu, sebutnya, karcis iuran ketertiban sebesar Rp 1.000 yang hingga empat lembar per hari. Karcis tersebut dibagikan oleh petugas yang berbeda.

Pedagang elektronik di kompleks pasar milik Pemkab Banjar yang dikelola Perusahaan Daerah Pasar Bauntung Batuah (PD PBB) di Jalan Menteri Empat, Kelurahan Keraton, Martapura, itu mengaku heran adanya karcis retribusi ganda tersebut.

Jika dikalkulasi, tiap hari mesti menyiapkan uang sebesar Rp 8.000 untuk iuran retribusi kebersihan dan keamanan. Itu artinya tiap bulan mesti mengeluarkan uang sebesar Rp 200 ribu.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved