Berita Kalteng

Pemkab Kotim Gelontor Rp 50 Miliar Bangun Jembatan Mentaya

Keinginan warga Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawarngin Timur, Kalimantan Tengah memiliki jembatan penyeberangan yang menghubungkan ke Sampit bakal

Pemkab Kotim Gelontor Rp 50 Miliar Bangun Jembatan Mentaya
tribunkalteng.co/fathurahman
Kelurahan Mentaya Seberang Sampit, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotim, masih tertinggal. Jalan ini, adalah jalan utama hanya 3 kilometer yang disemanisasi. Warga berharap Pemkab Kotim lebih memperhatikan pembangunan Mentaya Seberang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Keinginan warga Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawarngin Timur, Kalimantan Tengah memiliki jembatan penyeberangan yang menghubungkan ke Sampit bakal terwujud.

Pemkab Kotim merencanakan membangun jembatan konstruksi baja tersebut mulai tahun 2021 mendatang.

Pembangunan jembatan penyeberangan Kecamatan Seranau ke Kecamatan Mentawa Baru Ketapang ,Sampit, memerlukan dana hingga Rp1 triliun lebih, diperlukan anggaran patungan antara Pemkab Kotim, Provinsi Kalteng dan APBN.

Bupati Kotawaringim Timur, H Supian Hadi, mengatakan, pihaknya bersama DPRD Kotim sudah mendukung membagun jembatan tersebut mulai tahun 2021 mendatang, mengingat pentingnya infrastruktur tersebut bagi warga Mentaya Seberang atau Kecamatan Seranau dan sekitarnya.

Semua Video & Foto Nikita Mirzani Dihapus Starpro Jadi Tantangan Seteru Andhika Pratama-Ussy

Linda Kaget Mendengar Suara Ledakan, Ternyata Benda Mirip Peluru Tembus Kamar Warga Batibati ini

Tabiat Asli Teddy & Lina, Mantan Sule Dibongkar Ketua RW, Ibu Rizky Febian & Putri Delina Ternyata?

"Pembangunannya dilakukan tahun 2021 mendatang, pembangunan dilakukan secara bertahap karena dana yang diperlukan mencapai Rp1 triliun lebih, perlu dana patungan untuk membangunnya hingga tuntas mencapai Rp 1 triliun lebih tersebut," ujar Supian Hadi.

Dikatakan dia, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemprov Kalteng yangakan membantu dana pembangunan Jembatan tersebut dengan dana awal Rp 100 miliar, gabungan dengan Kabupaten Kotim Rp 50 miliar menjadi Rp150 miliar untuk pembangunan awal.

"Sisanya akan dibantu APBN," ujarnya.

Kepala PUPR Kalteng, Salahudin, mengatakan, untuk membangun jembatan tersebut, memerlukan dana besar sehingga memang perlu patungan.

"Namun untuk mengawali membangunnya harus dari Kotim sendiri, kemudian sisanya dilanjutkan atau dibantu dari provinsi dan pusat," ujarnya.

banjarmasinpost.co/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved