SDN Surgi Mufti 4 Sungai Jingah

Sekolah Inklusi ini Jadikan Program Tahfidz Alquran sebagai Terapi Siswa Berkebutuhan Khusus

SISWA inklusi kini bisa menempuh pendidikan di sekolah umum. Prestasi mereka pun ternyata tidak kalah dengan siswa lain yang sebaya

Sekolah Inklusi ini Jadikan Program Tahfidz Alquran sebagai Terapi Siswa Berkebutuhan Khusus
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Siswa kelas VI SDN Surgi Mufti 4 Banjarmasin lulus juz 30 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - SISWA inklusi kini bisa menempuh pendidikan di sekolah umum. Prestasi mereka pun ternyata tidak kalah dengan siswa lain yang sebaya.

Pertama kali bertemu Ahmad Ridho, bicaranya sangat lancar dan kepercayaan dirinya terlihat kuat.

Siswa kelas III SDN Surgi Mufti 4 Sungai Jingah Banjarmasin ini pun bercerita, selama ini mengikuti kegiatan Tahfidz Quran di sekolahnya.

"Ulun (saya) belajar mengaji di Tahfidz Quran di sekolah, tanpa bayar alias gratis. Kalau belajar di luar ada iurannya. Ulun kedada duitnya. Ulun anak yatim, Abah sudah meninggal," papar Ridho.

Menurutnya, di sekolah juga sering dipilih mengumandangkan azan atau ikamah sebelum melaksanakan Salat Zuhur.

VIRAL, Pernikahan Cuma Dihadari 11 Orang, Namun Fotografer Seperti Melihat Banyak Tamu, Ada Apa?

VIRAL Video, Gadis Belia Dibebaskan Berbuat Mesum dengan Banyak Pria, Misinya Cari Suami Idaman Hati

Bocah-bocah di Kalsel yang Berprestasi di Bidang Olahraga Tingkat Lokal, Nasional dan Internasional

"Kemarin saya juga mewakili sekolah mengikuti lomba cerita Bahasa Banjar tingkat SD se Kota Banjarmasin tahun 2019 di SDN Kampung Gadang 2 dan juara," paparnya.

Ridho juga aktif di eskul Pramuka dan sempat mewakili sekolahnya mengikuti lomba.

Sepintas lalu, Ridho seperti anak lain usianya.

"Sebenarnya anak ini hiperaktif dan perlu penanganan khusus supaya fokus dan 'tidak jahil' mengganggu teman-temannya," papar Zainal Abidin, salah satu guru SDN Mufti 4 Banjarmasin.

Selain Ridho ada juga beberapa anak setelah dilakukan tes psikologi masuk anak inklusi.

"Awalnya, anak inklusi itu cuma lima orang , tapi setelah di periksa oleh psikolog ternyata banyak anak tidak terdeteksi sebagai anak inklusi. Akhirnya diketahui mencapai 15 orang," paparnya.

Anak inklusi yang ditangani, lanjut Zainal, ada tiga yakni slowlearner (lambat belajar), tantrum (mengamuk bila marah) dan autis ringan.

"Anak-anak inklusi ini kami terapi melalui Tahfidz Alquran. Kami minta menghafal surah, termasuk ayat terapi yakni Surah Thoha ayat 1 sampai 5, Surah Al Isra Ayat 82 dan lain-lain," ucap juara lomba Dakwah Alquran MTQ Korpri tingkat Kalsel dan tahun 2020 ini mewakili ke tingkat nasional di Kendari, Sultra ini.

Jadi, jelas Zainal, hafalan Quran itu juga media terapi buat anak-anak insklusi.

"Anak-anak ini dibimbing secara perlahan untuk mengendalikan diri dengan bacaan Alquran, terutama yang sering tantrum," tandas ustadz Zainal, panggilan akrab guru ini.

Selain anak inklusi, siswa reguler pun mengikuti tahfidz Quran untuk siswa kelas III dan IV hari Senin dan Selasa pukul 11.00 - 12.30 Wita.

"Untuk siswa kelas 5, kegiatan Tahfidz Quran digelar mulai pukul 13.00-15.00 Wita. Kalau kelas 6 tidak diwajib karena persiapan ujian, sedangkan kelas 1 dan 2 hanya masuk program tilawah Quran saja," ungkapnya.

Kepala SDN Surgi Mufti 4 Banjarmasin, Nurnadi mengatakan pihaknya sangat mendukung program kegiatan Tahfidz Quran maupun ekskul lainnya di sekolah.

"Saya kan baru enam bulan di sini dan tinggal melanjutkan program kepsek dan guru-guru. Saya salut dengan guru-guru di sini, kreatif dan inovatif, mampu menjabarkan program sekolah walau pun di tengah keterbatasan dana," tandasnya.

Guru lainnya, Corry Elisabeth mengungkapkan adanya program Tahfidz Quran mengingat nama sekolah ini diambil seorang kyai, Surgi Mufti sehingga mereka ingin siswanya pun berakhlak seperti beliau.

"Walau pun sekolah kami di dalam gang dan dipinggiran kota, prestasi anak-anak cukup membanggakan, hingga ada yang ke nasional," paparnya.

Misalnya, Muhammad Faisal Rahman siswa kelas VI dan Alfia Marsya Humaira kelas V mewakili Kalsel ke tingkat nasional dalam lomba cipta syair maupun pantun di Tangerang tahun 2019. Juga ada Muhammad Akmal Zidani (kelas VI) jago pantun dan Shifa Rania Maulida (kelas V) pintar berpuisi hingga juara se gugus.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved