Komunitas Peduli Sosial Tapin

Cara Humanis Komunitas di Tapin Galang Dana, Penikmat Kopi Rela Merogoh Kocek Berdonasi

RUANG Terbuka Hijau (RTH) Rantau Baru di Jalan Datu Suban, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, selama tiga malam dipadati

Cara Humanis Komunitas di Tapin Galang Dana, Penikmat Kopi Rela Merogoh Kocek Berdonasi
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Aksi Komunitas peduli Sosial di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rantau Baru di Jalan Datu Suban, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - RUANG Terbuka Hijau (RTH) Rantau Baru di Jalan Datu Suban, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, selama tiga malam dipadati pengunjung.

Mereka rela lesehan di atas panggung, fasilitas RTH yang dibangunkan Pemerintah Kabupaten Tapin.

Panggung tersebut terakhir ramai saat digelar pesta perayaan Hari Jadi Kabupaten Tapin dan sebelumnya, Festival Tapin Art 2019 lalu.

"Kami memanfaatkan panggung itu dari sore hingga malam hari, selama tiga hari, sekedar berkumpul," ujar Fauzi, anggota Komunitas Peduli Sosial (Kompas) Tapin, Jumat (24/1).

Tabiat Asli Teddy & Lina, Mantan Sule Dibongkar Ketua RW, Ibu Rizky Febian & Putri Delina Ternyata?

Sentilan Lucinta Luna ke Bibi Ardiansyah buat Vanessa Angel Ngamuk, Bibi Bereaksi Panggil Abang

Suami Ini Bahagia Melihat Istri Tercintanya Mesum dengan Pria Lain, Terkuak Ini Maksud di Balik Itu

Menguak Magnit Kampung Sungaitabuk Kabupaten Banjar, Alami dan Masih Dikelilingi Hutan

Fauzi, anggota Kompas Tapin mengaku menggelar event Kopi untuk Kemanusian non APBD.

Disebut non APBD karena tidak meminta bantuan dana kepada Pemerintah Kabupaten Tapin dalam melaksanakan kegiatan Kopi untuk Kemanusiaan.

Event itu perdana, tapi terbilang sukses dilaksanakan karena antusias pengunjungnya, terutama penikmat kopi rela merogoh kocek untuk berdonasi.

"Kami melibatkan sembilan kedai kopi untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pengunjung bersantai, menikmati segelas kopi dihibur musik akustik sekaligus beramal," ujar Fauzi, aktivis pemuda Tapin.

Event Kopi untuk Kemanusiaan itu tidak hanya menampilkan musik akustik, namun juga ada stand up comedy dan musikalisasi puisi.

Selain itu ada juga diskusi dan dialog melawan peredaran gelap narkotika, dengan narasumber Kapolres Tapin AKBP Eko Hadi Prayitno.

Adapun dialog kebudayaan dan lingkungan digelar bersama penggiat dan akademisi budaya dan lingkungan dan kelas kopi dari pemilik kedai kopi.

Ya, Komunitas Peduli Sosial atau disingkat Kompas Tapin adalah organisasi yang baru terbentuk pada September 2019 lalu.

Terbentuknya komunitas itu karena kesamaan kehendak ingin memberikan bantuan sosial khususnya warga kurang mampu di Kabupaten Tapin.

Anggota Kompas Tapin mencapai puluhan orang dari berbagai profesi yang memiliki visi dan misi serta semangat sosial untuk meringankan beban kehidupan warga yang kurang mampu secara ekonomi.

Lisdayanti, bendahara Kompas Tapin mengaku bangga dan senang karena event Kopi untuk Kemanusian berlangsung lancar dan sukses.

"Anggota Kompas Tapin berkomitmen tidak ingin meminta sumbangan atau donasi di jalan. Kami memilih menggelar event Kopi untuk Kemanusian dengan melibatkan pengusaha muda kedai kopi di Kabupaten Tapin dan luar daerah," katanya.

Lisda panggilan akrabnya, mengaku keberadaan Kompas Tapin terbilang baru dibentuk, pada September 2019 lalu.

"Tujuan dibentuknya komunitas itu untuk membantu para lansia, anak yatim, orang tidak mampu di sekitar wilayah kabupaten Tapin," katanya.

Anggotanya tak hanya pemuda Tapin, ada juga diluar Kabupaten Tapin yang berjiwa muda semangat tinggi dalam kepedulian sosial.

"Kompas Tapin membantu di jalur sosial. Harapan kompas tidak muluk, sambil santai, minum kopi, hiburan dan beramal. Jadi masuk surga nanti melalui jalur beramal," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved