Berita Banjarmasin

Disperkim Banjarmasin Kuatir Usulan Pile Slab Pengambangan Gagal, Ini Alasannya

Dinas Perumahan dan Kawasan Perkuminan (Perkim) Kota Banjarmasin, terus memperhatikan genangan di tiga RT di Kelurahan Pengambangan

Disperkim Banjarmasin Kuatir Usulan Pile Slab Pengambangan Gagal, Ini Alasannya
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Perkumiman (Perkim) Kota Banjarmasin, Akmad Fanani Syaifuddin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Perumahan dan Kawasan Perkuminan  (Perkim) Kota Banjarmasin, terus memperhatikan genangan di tiga RT di Kelurahan Pengambangan Kecamatan Banjarmasin Timur Kalsel.

“Iya, kawasan tiga RT tersebut masuk dalam program penananganan kumuh,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Perkumiman   (Perkim) Kota Banjarmasin, Akmad Fanani Syaifuddin, Jumat (24/1/20).

Menurut Fanani, kawasan Pengambangan masuk dalam penanganan kawasan kumuh nomer tujuh. Penangannya, menyangkut kumuh di dalam sampai penanganan bantaran sungainya. Dulu pernah ada rumah yang hanyut dan sekarang saat air pasang, maka jalan hilang atau tak terlihat.

“Sebagian memang ada titian dari masyarakat. Pada awalnya, kita merencanakan penangana seluruh kawasan,” katanya.
Ditambahkannya, untuk kumuh di dalam ditangani program kota tanpa kumuh. Di tepi sungai itu ada jalan dan perlu pengaman tebing sungai. Desain sudah disiapkan, namun harus ada rekomendasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) II Kalsel.

Berada di Satu Kawasan, Disdik Banjarmasin Regrouping SDN Teluk Dalam 9 dan 10, Dijadwalkan Juli

Lokasi Tes dan Jadwal Tes SKD CPNS 2020, Sulkan Sebut Idham Chalid, Ini Alasannya

VIDEO Kolam Air Mancur di Taman Edukasi Park Tanah Bumbu Mubazir Tak Pernah Difungsikan

Puas Bacok Istri Dengan Mandau di Palingkau Lama, Pria Ini Kabur Tinggalkan Wanita Ini Penuh Luka

“Alhamdulillah, sudah ada pengantar rekomendasi dari balai wilayah sungai untuk diantar ke Jakarta,” katanya.

Ditambahkannya, Pemko merencanakan membuat pile slab (jembatan penghubung atau jembatan di atas jalan) di kawasan Pengambangan sehingga air tidak lagi masuk ke jalan. Untuk pendanannya diusulkan ke pemerintah pusat karena nilainya cukup besar.

“Konteks untuk kumuhnmya sudah selesai. Apakah pemerintah pusat mau mendanai pembangunan pile slab ini belum ada kepastian”katanya.

Ditambahkannya, masyakat sangat mendukung pembanguna pile slab ini karena lahani sudah dibebaskan. Jika pemerintah pusat tak bersedia membangun pile slab karena kumuhnya sudah nol, harus kembali penangananya ke daerah.

“Kalau pemerintah pusat bersedia membiayai pembangunan pile slab, maka selesai masalahnya. Pemerintah pusat akan menurunkan dengan mengukur apa dampak yang timbul karena kumuhnya sudah selesai. APBD kita tak mungkin menangani itu” katanya.

Menurutnya, pile slab yang sudah sukses dibangun seperti ini depan Masjid Raya Sabilal Muhtadien. Dulunya, air Sungai Martapura selalu masuk ke jalan. Saat ini dengan dibangun pile slab, maka tak pernah ada lagi genangan air.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved