Magnit Kampung Sungaitabuk

Menguak Magnit Kampung Sungaitabuk Kabupaten Banjar, Alami dan Masih Dikelilingi Hutan

Ketika mendengar nama Sungaitabuk, umumnya ingatan publik langsung tertuju di kawasan sekitar Gambut, Kabupaten Banjar

Menguak Magnit Kampung Sungaitabuk Kabupaten Banjar, Alami dan Masih Dikelilingi Hutan
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Ahmadi sibuk menebas semak belukar yang menyelubungi tanaman karetnya di Kampung Sungaitabuk, akhir pekan tadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Ketika mendengar nama Sungaitabuk, umumnya ingatan publik langsung tertuju di kawasan sekitar Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Padahal ada sebuah permukiman kecil bernama sama di wilayah Kecamatan Karangintan.

Kampung Sungaitabuk, namanya. Perkampungan ini berada di wilayah Desa Kiram, jaraknya dari induk desa sekitar dua kilometer. Di Kiram ada tiga RT (rukun tetangga) dan salah satunya berada di kampung ini yakni RT 2 yang saat ini diketuai oleh Toni.

Suasana Kampung Sungaitabuk masih sangat alami. Hutan alami maupun hutan karet lokal menyelimuti permukiman setempat. Karenanya udara yang berembus masih sangat sejuk dan segar karena banyaknya tegakan pepohonan alam maupun tanaman kebun warga.

Penampakan Joroknya Pasar Tradisional Kota Wuhan, Tempat Virus Corona yang Membunuh 26 Orang

VIRAL Video, Gadis Belia Dibebaskan Berbuat Mesum dengan Banyak Pria, Misinya Cari Suami Idaman Hati

Ragam Ucapan Selamat Imlek 2020 dalam Bahasa Mandarin Tahun Baru China 2571 (Tahun Tikus Logam)

"Ya beginilah suasananya di sini, masih alami. Masih banyak hutannya, namanya juga di kampung kecil yang jauh dari kota," ucap Ahmadi, warga Kiram, dua hari lalu.

Lelaki lanjut usia ini juga bisa dibilang bagian dari warga Sungaitabuk karena ia kerap beaktivitas di kampung setempat. Ia memiliki kebun karet di situ sehingga sering bepergian ke Sungaitabuk, beberapa keluarganya juga bermukim di situ.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, akhir pekan tadi, aneka satwa hutan juga masih mudah dijumpai. Di antaranya beragam jenis burung dan kupu-kupu serta belalang. Saat menyusuri area perkebunan karet lokal, suara-suara binatang hutan terdengar bersahut-sahutan.

Meski cuaca panas terik, namun udara terasa sejuk saat berada di kawasan hutan setempat. Bagi yang tak biasa menyusuri hutan meski membawa krim antinyamuk karena cukup banyak nyamuk yang langsung mengerubungi badan.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved