Muhammadiyah Haramkan Rokok Elektrik

Muhammadiyah Resmi Mengharamkan Penggunaan Rokok Elektrik, Penikmat Vape Bereaksi Begini

Seorang penikmat vape atau rokok elektrik, Ari, asal Cindaialus, Martapura, Banjar, mengaku kaget saat mendengar adanya fatwa haram bagi barang

Muhammadiyah Resmi Mengharamkan Penggunaan Rokok Elektrik, Penikmat Vape Bereaksi Begini
BPost Cetak
Bpost edisi cetak Sabtu (25/1/2020) 

BANJARMASINPOST,CO.ID, MARTAPURA - Seorang penikmat vape atau rokok elektrik, Ari, asal Cindaialus, Martapura, Banjar, mengaku kaget saat mendengar adanya fatwa haram bagi barang yang baru dibelinya.

Selain baru saja membeli seperangkat vape dengan harga cukup tinggi di sosial media, dia pun masih mencoba-coba beberapa rasa yang dinilai

"Saya pesan melalui Instagram, sudah punya Rp 800 ribu, malah mau saya jual lengkap. Mau pakai yang baru Rp 500 ribuan, yang semalam kurasa kurang mantap," ucap Ari, Jumat (24/1).

Bila beberapa waktu lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengusulkan pelarangan penggunaan vape dengan merevisi PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, kini para pengguna vape kembali dikejutkan dengan keluarnya fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Tabiat Asli Teddy & Lina, Mantan Sule Dibongkar Ketua RW, Ibu Rizky Febian & Putri Delina Ternyata?

Cara Humanis Komunitas di Tapin Galang Dana, Penikmat Kopi Rela Merogoh Kocek Berdonasi

Suami Ini Bahagia Melihat Istri Tercintanya Mesum dengan Pria Lain, Terkuak Ini Maksud di Balik Itu

Muhammadiyah resmi mengharamkan penggunaan rokok elektrik tersebut.

Hal itu tertuang dalam fatwa majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/PER/L1/E/2020 tentang hukum merokok e-cigarette (rokok elektrik).

Aturan ini keluar setelah berlangsungnya konsolidasi internal antara Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC), Universitas Muhammadiyah Magelang dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Konsolidasi internal itu berlangsung untuk mendukung program regulasi Kawasan Tanpa Rokok.

Menurut PP Muhammadiyah, mengkonsumsi vape sama dengan rokok biasa yang masuk golongan khaba'is.

Golongan perbuatan ini menyebabkan kerusakan dan membahayakan diri sendiri, karena vape dan rokok konvensional terbukti mengandung banyak zat racun.

Ketentuan vape haram dari PP Muhammadiyah berdasarkan dua ayat Alquran, yang menganggap perbuatan merokok vape mengandung unsur menjatuhkan diri dalam kebinasaan.

Ayat pertama adalah surat Al-Baqarah 195, dan ayat lainnya adalah An-Nisa ayat 29, yang menyinggung pelarangan membelanjakan harta di jalan yang salah.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved